KPU Masuk Kampus Tingkatkan Partisipasi Pemilih

oleh
Komisioner KPU Sulteng, Sahran Raden menyampaikan sambutan pada kegiatan "Goes to Campus" di IAIN Palu, Selasa. (FOTO: IST)

PALU – KPU Sulteng menggelar kegiatan “Goes to Campus” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Selasa (12/03).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang itu dalam rangka meningkatkan pemahama mahasiswa IAIN mengenai kepemiluan, sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

“Mahasiswa yang juga termasuk pemilih pemula dan pemilih milenial, sangat menentukan kualitas Pemilu 2019,” ucap Komisioner KPU Sulteng Bidang Partisipasi Masyarakat, Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi, Sahran Raden.

Sahran menambahkan, pihaknya telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.952. 850 jiwa.

Dari jumlah pemilih tersebut, kata dia, jumlah pemilih pemula yang didalamnya termasuk mahasiswa, mencapai 30 sampai 40 persen.

Menurutnya, pemilih pemula dan pemilih milenial usia 17 sampai 27 tahun, sebagian ada yang baru mengikuti Pemilu tahun 2019 ini, sebagian lagi sudah pernah mengikuti pemilu dan pemilihan kepala daerah.

“Nah mereka-mereka ini yang akan menentukan kualitas dan integritas pemilu yang tersisa 35 hari lagi,” kata Sahran.

Dia menambahkan, kualitas dan integritas Pemilu sangat ditentukan empat faktor. Pertama, integritas penyelenggara pemilu. Kedua, peserta pemilu yang taat terhadap aturan. Ketiga adalah pemilih.

“Pemilih sangat menentukan kualitas hasil pemilu. Memilih merupakan hak konstitusional, karena itu pemilih harus merdeka, tidak boleh ditunggangi apalagi disuap. Pemilih harus berdaulat terhadap diri sendiri dan konstitusi. Pemilih berdaulat maka negara akan kuat,” kata mantan Ketua GP Ansor Sulteng itu.

Keempat, lanjut dia, pemerintah yang membantu penyelenggara pemilu untuk menyelenggarakan pesta demokrasi dengan baik, adil, berwibawa, dan berintegritas.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Palu, Iskandar Nasaruddin menyatakan, pihaknya siap untuk membantu penyelenggara dalam menyukseskan Pemilu Tahun 2019.

Kata dia, mahasiswa yang telah mendapat pendidikan pemilih dari KPU, harus menjadi agen terdepan dalam menyosialisasikan kepemiluan di masyarakat.

“Agar masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajibannya dalam pesta demokrasi,” sebut Iskandar. (RIFAY)