Kopi Napu Miliki Rasa Kekinian

oleh
Kegiatan ngopi bareng sepuasnya di Kelurahan Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (12/01) malam.Foto ;IKRAM/MAL

SIGI – Komunitas Kopi Nusantara (KKN) bersama Universitas Budi Luhur, memperkenalkan serta mempromosikan Kopi Napu kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan digelar oleh Yayasan Titian Budi Luhur dalam bentuk ngopi bareng sepuasnya di Kelurahan Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (12/01) malam.

Kegiatan ngopi bareng ini dikemas dengan sederhana dalam suasana penuh keakraban dan kehangatan dengan menghadirkan Barista KKN, di antaranya Meghan, Puntang Classic Beans Macnhfud (Max) Napu Kopi Budi Luhur, Dewa dan Supermarket Kopi KKN.

Kegiatan ngopi bareng ini sekaligus menghibur warga yang menjadi korban gempa pada 28 September 2018 lalu, khususnya di Kabupaten Sigi.

Dalam kesempatan itu, para Barista memperkenalkan enam jenis kopi yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya kopi Arabica Ringit dari Malang, kopi Lintong Medan Sumatra, kopi Napu, dan kopi Puntang yang menjadi juara di Amerika.

Bukan hanya sebatas ngopi dan ngerumpi saja, warga yang hadir diberi edukasi cara mengolah, membuat hingga penyajian kopi secara profesional yang berkelas internasional.

Warga diajari satu persatu, mulai dari proses penimbangan kopi, penggilingan biji kopi, hingga menyeduh sesuai standar.

Selain itu, para warga penyintas juga diajari teknik merasa atau mencicipi kopi sesuai standar para ahli kopi.

Pengagas KKN, Imam Wisnu Birowo, mengatakan, Kopi Napu ini diperkenalkan kepada mereka, dua tahun lalu pada acara ngopi bareng di Universitas Budi Luhur.

“Sehingga dari komunitas ingin lebih banyak tahu tentang Kopi Napu dan harus kita angkat sebagai bagian dari kopi yang ada di nusantara. Dengan begitu, masyarakat luas lebih mengenalnya dan kelak bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Dia mengatakan, Kopi Napu ini memiliki keunikan dalam kalangan komunitas kopi yang disebut Fine Robusta.

“Inilah keunikanya, rasanya lebih kekinian,” katanya.

Dia menambahkan , dalam dua tahun berposes, permintaan Kopi Napu cukup banyak. Tinggal bagaimana meningkatkan produksi dan kualitas bijinya

Pihaknya sendiri mengundang warga untuk ngopi bareng, sebagai bagian dari psyicososial atau trauma healing.

“Intinya kami ingin menghibur masyarakat, tapi juga memberikan edukasi, bisa bermnfaat bagi warga ke depan,” kata Ketua Yayasan Titian Budi Luhur, Sumbersari Sulteng, I Ketut Subagia Winada.

Kegiatan ngopi bareng warga ini merupakan lanjutan dari pendampingan terhadap penyintas yang ada di Kabupaten Sigi.

Sebelumnya, melalui Yayasan Pendidikan Budi Luhur, juga telah memberikan bantuan berupa 13 titik sumur sebagai sumber air yang tersebar baik dirumah warga maupun kebun petani yang ada di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur, Cakti Universitas Budi Luhur Jakarta, Kasih Hanggoro, berharap, kegiatan pelatihan cepat ini bisa menghibur warga di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Tentunya kita tidak sampai di sini, ke depannya kami akan melakukan pendampingan terhadap warga jika ada yang ingin membuka usaha kopi lokal ini,” tuturnya. (IKRAM)