KNPI: Tolak Intoleransi, Ujaran Kebencian dan Rasisme

oleh
Moh. Mursid Manoppo

PALU – Beberapa tahun belakangan ini, penyebaran pesan intoleran, isu berbau rasisme, ujaran kebencian, bahkan berita bohong alias hoax dapat dengan mudah ditemui di media sosial, bahkan cenderung meningkat.

Kondisi ini menjadi kekhawatiran sendiri bagi para pemuda yang berhimpun di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulteng. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, sebab semua hal-hal yang dimaksud sangat berpotensi memecah belah dan mengganggu situasi kamtibmas yang sudah terpelihara dengan baik selama ini.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Sulteng, Moh. Mursid Manoppo, baru-baru ini, mengatakan, harus ada upaya untuk menetralisir berbagai gejala intoleransi, ujaran kebencian, dan isu SARA yang berkembang saat ini, termasuk di media sosial.

Untuk itu, kata dia, semua elemen masyarakat harus mewaspadainya dan berupaya agar pesan intoleran itu tidak menyebar luas dan memicu tindakan kekerasan.

“Tentu yang lain kalau ada ujaran kebencian, maka akan ada kekerasan dan diskriminasi, apalagi sudah dibumbui dengan berita bohonh,” katanya.

Ia juga mencermatu media sosial yang sering kali dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan intoleran menjelang pemilihan kepala daerah.

“Saya kira pemerintah, aparat dan masyarakat luas harus berhat-hati agar memastikan bahwa pemanfaatan kesempatan ini tidak berlebihan dan menimbulkan ledakan kekerasan, ” katanya.

Ia berharap kepada semua pihak untuk tidak terpancaing dengan isu-isu yang mengarah ke hal-hal yang bisa memecah belah persatuan.

“Mari kita rawat kebhinekaan dan jaga situasi kamtibmas demi suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan hoax, apalagi hal-hal yang berbau SARA dan intoleransi,” tutupnya. (RIFAY)