Ketika Hidayah Allah Berlaku di Dataran Bulan

oleh
Warga Wanasari sebelum memeluk Islam. (FOTO: MAL/SAFA’AD)

Seandainya hidayah itu bisa dibeli di pasar-pasar, tentu hanya orang-orang kaya sajalah yang bisa membelinya. Namun  hidayah hanya milik Allah, dan hanya diberikan kepada orang yang Ia kehendaki saja.

Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]

Kemudian, “Barang siapa mengajak kepada hidayah maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka” (HR Muslim (8/62), Abu Dawud (2/262), at-Tirmidzi (2/112), ad-Darimi (1/126—127), Ibnu Majah (1/91), dan Ahmad (2/397) dari Abu Hurairah)

Maha besar Allah dengan segala firman-NYA. Firman Allah dan Hadits Nabi Muhammad SAW diatas membuka mata batin kita bahwa jika hidayah-NYA sudah berlaku, maka tiada satupun mahluk di jagad raya ini yang bisa menghalanginya.

Inilah yang terjadi pada 46 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Wanasari Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna). Penganut animisme di pedalaman Dataran Bulan ini memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat, Rabu (16/11).

Saat bersyahadat, warga dibimbing langsung oleh tokoh agama sekaligus ulama terkemuka Alkhairaat Touna, KH. Abdullah bin Muhammad Amin Lasawedi, dilanjutkan dengan makan bersama dengan warga setempat.

Kini, pergolakan batin yang sempat terjadi di hati mereka, terjawab sudah. Upaya kristenisasi massif yang dilakukan misionaris, mentah begitu saja, tak mampu menggoyahkan tekad mereka untuk memeluk agama Islam. Dengan penuh kesadaran, bahkan tanpa disentuh dakwah terlebih dulu, penduduk yang sebelumnya tidak mengenal Sang Pencipta itu, menyatakan keyakinannya untuk memeluk agama Islam secara bersama-sama.

Ikhwal mereka mengenal Islam adalah mendengar kabar adanya warga di salah satu desa di wilayah Dataran Bulan yang sudah memeluk Islam lebih dulu.

“Jadi warga Wanasari ini mendapatkan informasi mengenai Islam dari mereka (desa tetangga). Tapi sebelum itu, memang ada pendeta yang naik keatas (Dataran Bulan), cuma mereka tidak tertarik,” tutur Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Touna, Marwin, Kamis (16/11).

Namun di tengah keinginan yang begitu kuat untuk segera memeluk Islam, ada kekhawatiran yang muncul, takut jika niat mereka justru hanya merepotkan warga di desa tetangga.

Ketika keinginan itu tidak bisa dibendung lagi, maka dengan keberanian, mereka pun menyampaikannya kepada warga di desa tetangga.

Gayung bersambut, warga di desa tetangga pun langsung menghubungi Ketua KNPI Touna.

“Ketua KNPI ini memang sudah dikenal oleh mereka karena pernah menggelar kegiatan motor cross di wilayah Dataran Bulan. Jadi Ketua KNPI inilah yang membawa Ustadz Abdullah naik keatas,” tutur Marwin.

Terpisah, Ketua KNPI Touna, Rian Renaldi, mengatakan, pihaknya bersama  Dewan Dakwah Islam Indonesia, GP Ansor dan Pemkab Touna, tengah mengumpulkan bantuan untuk didistribusikan kepada warga Desa Wanasari.

Dari hasil pantauan di lokasi, para warga membutuhkan pakaian serta peralatan ibadah lainnya, termasuk pembangunan masjid.

“Saat ini mereka terus diberikan bimbingan oleh ormas-ormas Islam secara bergantian. Rencananya pada Desember nanti, akan dibangun masjid permanen di desa itu,” pungkasnya. (SAFA’AD/RIFAY)