Kemiskinan di Donggala Mulai Meningkat

oleh
Warga Miskin (ilustrasi)

DONGGALA – Tiga tahun terakhir ini, Kabupaten Donggala mengalami peningkatan garis kemiskinan dan beberapa sektor pembangunan cenderung tidak mengalami pergerakan signifikan. Hal itu terlihat dari beberapa indikator, posisi Kabupaten Donggala berada di bawah rata-rata harapan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Donggala, Arfandi yang ditemui media belum lama ini mengakui kalau angka kemiskinan memang meningkat. Data yang dikeluarkan BPS sangat jelas adanya angka kemiskinan yang cenderung meningkat.

“Tetapi bukan berarti tidak ada pembangunan, daerah kita juga terus memabangun dan bergerak, cuma kan pergerakannya dibanding daerah lain mungkin lebih laju lagi,” kata Arfandi pada media ini.

Kata Arfandi selama ini kabupaten Donggala yang mengandalkan bidang pertanian sebagai sumber utama pendapatan mengalami penurunan produksi, akibat musim kemarau tahun lalu. Itu memiliki pengaruh dalam pendapatan masyarakat, karena mayoritas penduduk Donggala adalah petani.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Kabupaten Donggala pada Agustus 2017 menunjukkan, angka garis kemiskinan dan penduduk miskin Kabupaten Donggala makin meningkat. Bukannya menurun sesuai yang diharapkan, dan hal tersebut berbanding lurus dengan yang dirasakan masyarakat dan pelaku ekonomi di Donggala.

Selain pekerjaan yang kurang dan peredaran uang yang rendah, juga semakin bertambahnya penduduk miskin. Data BPS Donggala yang terbaru menunjukkan saat ini persentase penduduk miskin Donggala mencapai 18,59 persen.

“Ya, memang mengalami angka miskin yang meningkat bila dibading tahun 2014 lalu angka kemiskinan hanya 16,30 persen. Tetapi kemudian meningkat disebabkan beberapa factor, salah satunya adanya kenaikan harga beberapa kebutuhan, sementara pendapatan tidak inkut meningkat,” kata seorang statistisi di Donggala.

Demikian halnya situasi pembangunan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Donggala yang dikeluarkan BPS, pembangunan Kabupaten Donggala saat ini ternyata belum termasuk dalam kategori baik.

Hal itu tercermin, hanya pada sebagian indikator umum seperti harapan hidup, pendidikan dan kesehatan masih terbilang rendah dari harapan.

Fakta itu jelas terlihat pada tahun 2015 angka harapan hidup di Kabupaten Donggala tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu tetap 65,79 tahun. Lebih rendah dari harapan hidup rata-rata penduduk Sulawesi Tengah yang mencapai 67,18 tahun.

Itu artinya pembangunan kesehatan di Kabupaten Donggala belum mampu memberi dampak positif bagi pembangunan kesehatan masyarakat. (JAMRIN AB)