Kemensos Diminta Serahkan Dana Jadup Serentak

oleh
Wali Kota Palu, Hidayat menyerahkan data penerima jadup kepada Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kemensos, Rachmat Koesnadi, di ruang kerjanya, Rabu (07/08). (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Wali Kota Palu, Hidayat didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Sidik, menyerahkan data penerima jaminan hidup (jadup) korban bencana alam kepada pihak Kementerian Sosial (Kemensos), Rabu (07/08), di ruang kerjanya.

Terdapat sekitar 26.855 data penerima jadup tahap pertama ini yang diserahkan wali kota kepada Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kemensos, Rachmat Koesnadi.

Pada kesempata itu, Hidayat mengungkapkan adanya kesulitan yang dihadapi dalam menghimpun data penerima Jadup pada tahap pertama ini. Hal tersebut dikarenakan ada sekitar 40 ribuan jiwa data korban bencana di Palu yang harus divalidasi.

Menurutnya, sudah hampir tiga bulan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Didukcapil) Kota Palu bekerja siang malam melengkapi dokumen kependudukan milik masyarakat yang hilang akibat bencana tanggal 28 September 2018 silam.

“Setelah kita diskusi tadi, ternyata tidak perlu KTP. Yang tidak ada KTP-nya cukup dengan keterangan kependudukan. Nah, kemarin kan Dinsos masih harus mencari KTP dan lain sebagainya ditambah lagi blangko KTP yang diberikan dari pusat kepada kita sangat terbatas,” ungkapnya.

Dengan begitu, pihaknya meyakini, pengumpulan data penerima jadup tahap kedua dan seterusnya akan cepat terselesaikan, sehingga bisa cepat diserahkan ke Kemensos.

Di saat yang sama, Hidayat berharap kepada pihak Kemensos agar menyerahkan secara serentak dana jadup tersebut, meskipun datanya diserahkan secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Menanggapi itu, Rachmat Koesnadi mengatakan bahwa hari ini pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak bank sebagai penyalur dana jadup, sekaligus menyerahkan data penerima tersebut.

Untuk Kota Palu, kata dia, bank yang akan digunakan adalah Mandiri.

“Pihak bank akan memverifikasi kembali data ini dengan data Dukcapil. Jika sudah clear semua, baru dibukakan rekening kolektif dan akan diinformasikan kepada Kemensos, kemudian Kemensos menginformasikan lagi kepada Pemerintah Kota Palu,” ujarnya.

Pihaknya sendiri mengupayakan jadup tersebut bisa disalurkan dalam tiga pekan ke depan.

Ia menyatakan salah satu persyaratan utama yang ditetapkan oleh bank, calon penerima jadup harus mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan).

“Kalaupun data yang eror yah paling di bawah satu persen seperti kesalahan ketik. Tapi mudah-mudahan pihak bank menerima data itu untuk dibukakan rekening. Rekeningnya nanti atas nama istri dalam Kepala Keluarga (KK). Kalau istri sudah tidak ada maka pakai nama anak perempuan tertua,” imbuhnya.

Bantuan jadup Kemensos yang diberikan kepada pengungsi yang tinggal di hunian-hunian sementara senilai Rp10 ribu per jiwa setiap hari selama 60 hari. (HAMID)