Kemenag Sulteng Sasar Elit Pemuda Sosialisasikan Wakaf dan Zakat

oleh
Kepala Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke (kanan), menyerahkan sertifikat penghargaan pengawas lembaga zakat terbaik tahun 2018 kepada Kabid Bimais, Muhammad Ramli, di acara pembukaan Wakaf Go to Kampus, Kamis (21/03). (FOTO: IST)

PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) menyasar kalangan elit pemuda dalam rangka menyosialisasikan wakaf kepada mahasiswa dan masyarakat umum.

Kegiatan yang bertajuk Wakaf Goes to Campus itu dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (21/03).

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke, menjelaskan, wakaf adalah potensi untuk menggerakkan ekonomi umat yang luar biasa dahsyatnya, bila dikelola secara profesional dan akuntabel. Olehnya, kata dia, Kemenag perlu menyosialisasikan pada elit generasi muda, khususnya para mahasiswa yang merupakan agen of change di tengah masyarakat.

Kata Kakanwil, dalam sejarah peradaban Islam, terukir sejarah bagaimana wakaf berperan dalam membangun peradaban umat Islam. Jelas dalam pandangan Islam, wakaf adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah bagaikan sebuah benih yang menumbuhkan tujuh cabang tangkai, di setiap tangkai terdapat 100 biji benih. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa bila meninggal anak cucu adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu ilmu yg bermanfaat, shadaqah jariah dan anak sholeh yang selalu mendoakannya,” jelas Rusman.

Kata dia, selain landasan syar’i yang mengatur tentang wakaf, saat ini pemerintah mengeluarkan regulasi tentang Zakat dan Wakaf melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

“Artinya bahwa secara yuridis formal, gerakan kita mengelola wakaf dilindungi oleh syariah dan regulasi,” tegasnya.

Dia berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dan menghasilkan output dan outcome yang bermanfaat bagi kemajuan umat, bangsa dan negara.

Satu hari sebelumnya, Bidang Bimais juga melaksanakan Zakat Goes to Campus di tempat berbeda.

Di kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan bahwa zakat harus dikelola secara modern, sehingga lembaga pengelola zakat mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Ketua Panitia, Haris Lawisi, mengatakan, realitanya, perolehan zakat di Sulteng sangat minim dari target yang diharapkan, yakni sebesar Rp13 miliar.

“Kenapa pontensi itu tidak bisa kita capaui. Karena masih lemahnya manajemen pengelolaan dan terbatasnya sumber daya manusia dan pengelolanya,” terangnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan itu masing-masing 50 orang yang berasal dari lima perguruan tinggi di Kota Palu, yakni Universitas Tadulako, Universitas Muhammadiyah, STIE Panca Bakti, Universitas Alkhairaat, dan IAIN Palu dan masyarakat umum. (YAMIN)