Kemenag Palu Data Penduduk Muslim Pascabencana

oleh
Kasi Bimais Kemenag Kota Palu, Dr. Mun’im A. Godal

PALU – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) akan memvalidkan lagi data umat muslim di Kota Palu, pascabencana.

Diketahui, Kota Palu merupakan wilayah paling yang terdampak bencana alam pada tanggal 28 September 2018 lalu sehingga banyak warga yang menjadi korban.

“Kita sama-sama meyakini, sebagai daerah yang mayoritas muslim tentunya terjadi kekurangan, mengingat korban jiwa yang dirilis pemerintah provinsi itu ribuan korban jiwa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Bimais Kemenag Kota Palu, Dr. Mun’im A. Godal, di ruang kerjanya, Selasa (26/03).

Salah satu solusi yang akan dilakukan Bimais untuk memvalidkan data tersebut adalah membentuk tim untuk melakukan  pendataan di seluruh kelurahan.

“Tadi kita sudah rapat menyampaikan kepada teman-teman untuk tidak berorientasi uang, karena kita tidak punya uang untuk kegiatan ini. Saya sampaikan sesuai motto kita iklhas dan beramal, kita laksanakan ini demi validnya data kita. Insya Allah dua tiga hari ini kami turun mendata di tingkat RT/RW,” terangnya.

Kata dia, Kemenag selaku instansi yang berbicara masalah pemeluk agama, maka data yang valid sangat penting. Salah satunya adalah untuk kepentingan pengajuan kuota calon jemaah haji, di mana penentuannya dilihat dari jumlah penduduk muslim.

Mun’im mengaku, pascabencana, pihaknya juga sudah melakukan pendataan masjid yang juga tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya.

“Saya lihat lagi di tahun-tahun sebelumnya ada pertumbuhan masjid yang signifikan, di mana setelah kami turun mengecek, ternyata tidak sesuai data dengan fakta yang ada. Tapi sekarang data masjid sudar clear, lengkap dengan fotonya, tinggal ketik system informasi Simas pasti muncul,” katanya. (YAMIN)