Kekalahan Ahok dan Runtuhnya Kejayaan “9 Naga”

oleh
Imam FPI Sulteng, HS Hasan Alhabsyi

PALU – Kemenangan Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di putaran kedua, diyakini sebagai salah satu bukti kekuasaan Allah SWT yang maha bisa membolak-balikkan hati masyarakat untuk memilih pemimpin sesama Muslim.

“Kebenaran yang hakiki itu tidak akan pernah runtuh,” kata Imam Front Pembela Islam (FPI) Sulteng, Habib Hasan Alhabsyi, Kamis (20/04).

Bahkan kata dia, kekalahan yang dialami pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, telah membuktikan ketidakberdayaan 9 Naga yang disebut-sebut sebagai backing sang petahan itu, saat menghadapi doa-doa umat Muslim.

“Nah sekarang, mana 9 naga itu, tidak ada sama sekali kan,” tanyanya.

Istilah 9 naga sendiri disematkan kepada etnis China super kaya di Indonesia yang disebut-sebut mengontrol keputusan politik. Keberadaan mereka bagai misteri, namun nyata, terutama sejak Ahok mencuat ke pusat pentas politik.

Meskipun versi hitung cepat sudah menempatkan pasangan Anies-Sandi sebagai pemenang, namun Habib berharap kepada umat Muslim agar tetap berdoa agar hasil perhitungan resmi di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak berubah.

Saat ini, lanjut dia, laskar FPI terus menjaga keamanan usai Pilkada, utamanya di tempat-tempat yang dipakai untuk menyimpan kotak surat suara.

Dia mengingatkan kepada umat Muslim untuk tidak terlena dengan kemenangan Anies-Sandi, lantas membuat lupa pada kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Menurutnya, masyarakat tidak boleh lupa dengan semboyan “Penjarakan Ahok si Penista Agama”.

“Perjuangan kita sebagai umat Muslim itu tidak boleh berhenti sampai disini,” tegasnya.

Sebab kata dia, ada kejanggalan yang terjadi selama proses hukum berlangsung, terlebih saat Kapolda Metro Jaya meminta penundaan sidang.

“Hal itu patut dipertanyakan, ada apa sebenarnya,” jelasnya.

Dua hari lalu, anggota Front Pembela Islam (FPI) melakukan sujud syukur setelah menunaikan salat Ashar di Masjid Baitul Rohman, Petamburan, Jakarta Pusat. Mereka melakukan sujud syukur setelah pasangan Anies-Sandi unggul dari Ahok-Djarot.

Seusai sujud syukur, Imam masjid meminta para jemaah untuk mengumandangkan takbir. Namun, para jemaah diminta tidak mengangkat tangan.

Diketahui, empat lembaga survei sudah mengantongi hasil akhir perolehan suara Pilkada Jakarta. Semuanya menempatkan pasangan Anies-Sandi sebagai pemenang.

Masing-masing Litbang Kompas dengan hasil Ahok-Djarot 42 persen dan Anies-Sandi 58 persen. Kemudian PolMark Indonesia, dengan hasil Ahok-Djarot 42,44 persen, sementara Anies-Sandi 57,56 persen.

Selanjutnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ahok-Djarot 42,33 persen dan Anies-Sandi 57,67 persen. Demikian halnya dengan SMRC dengan perolehan Ahok-Djarot 41,94 persen dan Anies-Sandi 58,06 persen.

Perbandingan hasil quick count empat lembaga survei ini dihimpun secara bersamaan setelah semua data sampel di lapangan terkumpul 100 persen pada Rabu sore.

Atas kemenangan ini, Anies-Sandi akan ditetapkan sebagai calon terpilih oleh KPU, tanpa sengketa, pada 5 atau 6 Mei 2017.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan, kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangan rakyat miskin.

Di hari yang sama, Ahok telah mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. (FALDI)

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Belajar Menulis dan Menulis untuk Belajar