Kakanwil Kemenag Jelaskan Kandungan Al-Baqarah 183

oleh
Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke memberikan tausiah di hadapan seluruh ASN, di Mushala Kanwil Kemenag Sulteng, Kamis (17/05) (FOTO: DOK KEMENAG SULTENG)

PALU – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Rusman Langke melaksanakan Shalat Dzuhur bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim, Kamis (17/05).

Shlat Dzuhur dirangkai dengan tausiah dari Kakanwil yang intinya menjelaskan tiga aspek dalam kandungan QS. Al-Baqarah ayat 183, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

“Ada tiga aspek dalam kandungan ayat tersebut, yaitu panggilan bagi orang-orang yang beriman,  puasa dan takwa,” katanya.

Rusman mengatakan, hanya orang yang beriman yang dipanggil Allah SWT untuk berpuasa. Sebab kata dia, iman mengandung tiga unsur utama, yaitu tashdiqu bil qalbi wa ikraru bil lisaan wal ‘amalu bil arkan (membenarkan dengan hati, mengakui dengan lisan dan diimplementasikan dengan amal).

“Tiga hal ini penting sebagai satu kesatuan. Jika salah satunya kurang, maka iman tidak akan sempurna. Landasan iman inilah dasar pelaksanaan puasa, sebab puasa tidak akan mampu dilaksanakan oleh orang yang tidak beriman. Puasa tidak hanya bernilai ritual semata, tetapi dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sebagai ASN. Iman mengajarkan disiplin, iman mengajarkan kejujuran, dan self control,” tuturnya.

Aspek kedua, lanjut dia, adalah pengendalian diri untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma agama, menjaga hak-hak manusia dan hak Tuhan.
“Sehingga Nabi Muhammad SAW bersabda, barang siapa yang berpuasa maka janganlah ia berbuat keji dan berkata-kata jorok, dan apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau berperang maka katakan saya sementara berpuasa,” terangnya.

Aspek terakhir adalah takwa kepada Allah SWT. Menurutnya, jika puasa dilandasi dengan iman, maka Insya Allah yang menjalankannya akan menjadi orang-orang yang bertakwa. Salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah memakmurkan masjid, yakni mengaktifkan pelaksanaan shalat berjamaah.

“Puasa adalah rahmat bagi kita dan bagi yang non muslim di Bulan Ramadhan ini. Di Bulan Ramadhan jam masuk kantor 08.00-15.00 adalah rahmat bagi kita. Teman yang non muslim juga merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Di penghujung, dia berpesan kepada para ASN agar menyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sehingga dapat bertemu dengan Bulan Ramadhan tahun ini. (YAMIN)