JMK-Oxfam Komitmen Bantu Korban Bencana Pasigala Hingga 2020

oleh
Officer EFSVL JMK-Oxfam, Maman Natawijaya (tengah) paparkan progres program JMK-Oxfam di acara Media Gathering Jurnalis Media Lokal dan Media Nasional di Wilayah Pasigala, yang dilaksanakan disalah satu Warung kopi , di Kota Palu Rabu (10/07). (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Lembaga Kemanusiaan Internasional, Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam berkomitmen akan mendampingi dan membantu pengungsi korban bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala hingga akhir Tahun 2020.

Dalam menjalankan program, lembaga ini mendapat suplay dana dari Oxfam Kanada, Australia, dan Amerika sebesar Rp120 miliar.

Komitmen tersebut merupakan bentuk kepedulian JMK-Oxfam terhadap para pengungsi yang hingga kini masih banyak tinggal di tenda-tenda pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan, terutama air bersih, makanan, minuman hingga obat-obatan.

Hingga bulan ke-10 pascabencana, respon bencana di sektor EFSVL (Emergency, Food, Security, Venurable and Livelihood) dan Gender and Child Protection, JMK-Oxfam telah melakukan beberapa capaian kerja seperti pendistribusian alat kebersihan (cleaning kit) sebanyak 6.400 unit ke 19 desa, peralatan kerja (tool kit) yang diperuntukkan bagi petani garam di Talise Kota Palu yang diserahkan kepada 815 penerima manfaat.

JMK Partnership Management, Nining Rahayu dalam acara media gathering di Palu, Rabu (10/07), mengatakan, di sektor WASH (Water Sanitation and Hygiene), pihaknya mulai pekan pertama pascabencana hingga saat ini telah melalukan berbagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih dan sarana serta prasarana kebersihan bagi pengungsi, termasuk mendampingi masyarakat dalam operasional dan pengelolaan fasilitas agar senantiasa dapat terus digunakan.

Pada fase kedua yakni di bulan April hingga September 2019, sambungnya, JMK-Oxfam fokus pada program pembangunan secara berkelanjutan yang digagas masing-masing sektor kerja, yakni WASH dan EFSVL tersebut.

“Penguatan di fase kedua, kami fokus terhadap peningkatan keterampilan wawasan yang dihubungkan dengan pemasaran kualitas produk yang dihasilkan, termasuk regulasi mengenai kesiapsiagaan bencana dengan menghadirkan desa tangguh bencana melalui perdes (peraturan desa),” ucapnya.

Ia yakin, upaya-upaya yang dilakukan dalam berbagai program itu dapat efektif mengurangi penduduk miskin yang bertambah usai bencana.

“Kami berharap dengan kehadiran kami bisa membuat masyarakat korban bencana dapat bangkit kembali dan bahkan lebih kuat dari sebelum terjadi bencana alam. Masyarakat harus lebih kuat dalam menghadapi setiap lini kehidupan, jika sewaktu-waktu hal yang tidak diharapkan kembali terulang,” ujarnya.

Lanjut Nining, secara teknis, sektor Gender and Child Protetion JMK-Oxfam telah menyalurkan 180 unit peralatan dan perlengkapan bayi di delapan lokasi terdampak bencana, paket kebutuhan lanjut usia (lansia) sebanyak 89 unit serta pelatihan berbasis gender sebanyak 280 aktivitas di 22 desa.

Sementara Officer EFSVL JMK-Oxfam, Maman Natawijaya, menambahkan, respon sistematis terhadap bencana diperlukan baik melalui disaster preparedness, tahap emergency ketika bencana terjadi, dan tahap recovery yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi.

“Misi kemanusiaan yang digagas JMK-Oxfam telah menyelesaikan fase pertama, yakni tahap emegency. Pada tahap yang dimulai di bulan Oktober hingga Maret 2018 lalu, kami menitikberatkan tugas pada pengurangan krisis air bersih di lokasi terdampak melalui pendistribusian air, penyediaan prasarana serta sanitasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada fase kedua yang dimulai bulan April hingga September 2019, pihaknya fokus kepada program pembangunan secara berkelanjutan yang digagas masing-masing sektor kerja, WASH, EFSVL dan Gender and Child Protection.

Lebih lanjut Maman mengyampaikan, hingga bulan ke delapan respon bencana, sektor EFSVL JMK-Oxfam telah menyalurkan dana sebesar Rp8,908 miliar lebih yang disebar kepada 7439 KK di 19 desa melalui program kerja Cash for Work.

“Di fase kedua ini, kami masuk ke tahap pemulihan ekonomi,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak Oktober 2018 hingga Juli 2019, sektor WASH JMK-Oxfam juga telah merampungkan produksi air bersih sebanyak 29.642.500 liter yang berada di lima lokasi dan pendistribusian air sebanyak 10.782.110 liter di 298 lokasi.

Selain itu, WASH juga memastikan para penyintas mendapat akses pemenuhan hidup bersih dan sehat melalui pembangunan lastrine sebanyak 430 unit di 321 lokasi, pendistribusian peralatan kebersihan sebanyak 24.447 unit di 68 desa, pendistribusian aquatabs sebanyak 24.960 unit di 21 desa serta promosi kesehatan untuk anak sebanyak 30 aktivitas di 30 desa. (YAMIN/Ikram)