Jembatan Penghubung Desa Baliara Rusak Parah

oleh
Kondisi jembatan penghubung desa Baliara, Kecamatan Parigi, yang mengalami rusak parah sejak tiga bulan terakhir. (MAL-MAWAN)

PARIGI- Jembatan Penghubung antara Dusun III Jono Baliara, dengan Desa Baliara Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, (Parimo) rusak parah. Kondisi ini membuat sejumlah warga di dusun III Jono, harus rela menyeberang sungai setiap harinya.Ramadan salah seorang warga dusun setempat, ditemui  media Alkhairaat, Senin (11/2) mengaku, sangat kesulitan ketika mengantarkan anaknya ke sekolah.

Puluhan siswa SD terpaksa harus menyeberang sungai demi mendapatkan pelajaran di sekolahnya.Menurut dia, kondisi itu sudah berlangsung kurang lebih lima bulan, setiap pulang dan pergi siswa SD ini harus menyeberang sungai tersebut.”Yang mengkhawatirkan ketika mendung dan hujan turun biasa terjadi banjir, sehingga itu nantinya yang menjadi kendala siswa untuk berangkat ke sekolah,”ujarnya.

Diakui, dengan rusaknya jembatan tersebut, menghambat warga setempat dan kesulitan ketika berurusan ke kantor desa, maupun ke puskesmas.”Kami di dusun ini kalau berurusan di kantor desa, ataupun di puskesmas terpaksa harus jauh berputar, baru sampai ditempat tujuan,”ungkapnya.

Ia berharap, agar pemerintah, khususnya dinas terkait segera menindaklanjuti pembangunan jembatan disusun mereka, karena merupakan salah satu akses yang menghubungkan dengan desa tetangga.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRP Parimo, Hendra Bangsawan yang dikonfirmasi media ini mengatakan, untuk pembangunan jembatan yang di maksud, anggarannya sudah masuk kepihaknya, yang kurang lebih 1 milyar.

Lanjut dia, untuk pembangunan jembatan tersebut tahun ini sudah mulai dikerjakan. Perencanaannya sudah selesai, tinggal menunggu hasil dari unit layanan pengadaan (ULP).”Jadi kita tunggu dulu kesiapan tendernya, ULPnya kan, belum ada sekarang lagi kosong, dan kita harus tunggu itu dulu, baru mulai pekerjaannya,”ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini kondisi jembatan hanya menggunakan kayu papan sebagai lantainya, sehingga mudah rusak dan bisa saja membahayakan keselamatan warga yang melintas.”Jadi ini nanti lantainya kita aspal, tidak seperti kemarin kan, kayu lantainya,” tutupnya. (MAWAN)