Jamin Stabilitas Pasokan Pangan, Bulog Poso Dirikan 20 RPK

oleh
Anwar Halim

POSO – Perum Bulog Subdivre Cabang Poso gencar memprogramkan distribusi pangan melalui kehadiran Rumah Pangan Kita (RPK) di tengah masyarakat setempat. Sejak program RPK dilaunching Bulog Pusat pada pertengahan 2016 silam, maka hingga September 2019, Bulog Poso telah sukses mendirikan 20 RPK yang tersebar di 19 wilayah kecamatan.

Luasnya jangkauan wilayah Bulog Cabang Poso yang membawahi empat kabupaten, menjadi tantangan tersendiri untuk menyukseskan program RPK.

Selain Kabupaten Poso, Bulog Cabang Poso juga masih membawahi tiga kabupaten lainnya, seperti Touna, Morowali dan Morowali Utara.

Pimpinan Cabang Bulog Poso, Anwar Halim, di ruangannya, Rabu (11/09), mengatakan, kehadiran 20 RPK selain untuk mendekatkan pangan dengan konsumen, juga sekaligus menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Menurutnya, RPL sendiri merupakan perpanjangan tangan dari Bulog, sehingga seluruh barang yang dijual, seperti beras, daging beku, terigu, gula serta minyak goreng harus disesuaikan dengan harga standar yang telah ditetapkan Bulog.

“Selain Poso, tiga kabupaten lainnya juga telah ada. Kalau bisa tidak hanya di kecamatan, kita akan terus gencarkan sampai RPK masuk hingga ke tingkat kelurahan dan desa,” terangnya.

Anwar menjelaskan, kehadiran RPK di tengah masyarakat sama sekali tidak mengganggu harga pasar, mengingat seluruh barang yang dijual bisa dijangkau semua golongan, baik konsumen ataupun pengecer.

Dari segi keuntungan, kata dia, selain dekat dengan konsumen, harga satuan kebutuhan pokok juga mengacu dengan standar Bulog, seperti  beras kualitas sebesar Rp8.300 per kilo, terigu Rp8.300 bahkan harga daging kerbau beku dijual senilai Rp80 ribu per kilo.

“Keuntungan warga membeli di RPK sangat banyak. Selain harga yang murah dibandingkan dengan harga di pasaran, seluruh barang yang dijual harus berdasarkan standar Bulog pusat,” tambahnya.

Perum Bulog Subdivre Cabang Poso sendiri tidak pernah menargetkan berapa banyak RPK yang akan didirikan. Namun semakin banyak RPK yang terbangun, menjadi gambaran keberhasilan Bulog untuk mendistribusikan kebutuhan pangan dengan harga yang stabil. (MANSUR)