Jajaran Teknis PPIH Sulteng Rapat Persiapan Kedatangan Haji

oleh
Suasana rapat petugas teknis PPIH Provinsi Sulteng yang dilaksanakan di Alua Madinah, Asrama Haji Transit Palu, Rabu (04/09) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Jajaran petugas teknis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan rapat persiapan kedatangan jama’ah haji didaerah tersebut.

Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Madinah, Asrama Haji Transit Palu, Rabu (04/09), dipimpin Plh Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Muhammad Ramli dan Kepala Seksi Informasi dan Dokumentasi Haji Kanwil Kemenag, H. Arifin.

Ditemui usai rapat, Muhammad Ramli menyampaikan jama’ah haji Kloter pertama Sulteng atau Kloter 07 Embarkasi Balikpapan (BPN) dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Transit Palu   tanggal 8 September 2019. Rapat tersebut merupakan salah satu bagian persiapan berjenjang oleh PPIH.

“Satu hari sebelum rapat ini, kami kita sudah melakukan rapat PPIH untuk tingkat provinsi,  dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil, H. Rusman Langke  dan Pemprov Sulteng, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, H. Faizal Mang. Hari ini kami kembali rapat khusus dijajaran teknis di Bidang haji,”katanya.

Ramli mengatakan, rapat tersebut bertujuan untuk menyiapkan secara teknis di dalam Asrama haji terkait dengan sirkulasi pemulangan jama’ah, karena dipastikan akan banyak keluarga jama’ah yang datang menjemput di Asrama haji.

“Jamaa’ah haji saja 2000 lebih, belum penjemputnya, mobilnya dan keluarganya, jadi harus diatur sedemikian rupa supaya tidak ada ketimpangan-ketimpangan dalam asrama haji nanti,”terangnya.

Ramli mengatakan,  dikesempatan itu petugas teknis di Asrama haji yang berjumlah 30 orang lebih itu juga dibekali untuk melakukan pelayanan terbaik dengan menjaga sikap, ramah dan berpakaian rapih dalam kondisi apapun.

“Tetap kita harus ikuti Standar Operasional Prosedur pelayanan untuk memberikan perlindungan, pelayanan kepada jamaah haji. Jangan ada hal-hal yang tidak diiginkan bisa terjadi seperti kehilangan barang,”tegasnya.

Ramli tidak menampik jika beban kerja petugas teknis di Asrama haji akan bertambah dibanding dengan musim pemberangkatan, karena dipastikan masing-masing jama’ah akan memiliki bawaan tambahan dari tanah suci. Meski demikian  pihaknya tidak menambah jumlah petugas, hanya saja lebih mengoptimalkan dengan memberi akses lebih kepada keluarga jama’ah.

“Kalau di pemberangkatan cuman jama’ahnya saja yang masuk, tapi pemulangangan ini kita beri akses kepada satu jama’ah satu mobil, satu sopir dan satu pendamping.  Keluarga diberi akses yang lebih karena biasa pemulangan ini jama’ah memiliki barang banyak. Kalau jama’ahnya suami istri juga tetap sama,  berarti dia dapat dua mobil dan dapat empat tenaga,”jelasnya. (YAMIN)