Jadilah Pers Yang Islami

oleh
HS Ali Muhammad Aljufri

Oleh: HS. Ali Muhammad Aljufri*

KITA perlu memberikan tahniah dan takzim atas terbitnya Media Alkhairaat Online. Selama ini kita hanya membaca Harian Media Alkhairaat setiap hari untuk edisi cetak, tetapi kita akan disuguhi bacaan tiap hari, tiap jam bahkan tiap menit dari Media Alkhairaat online yang bisa dijangkau hingga ke penjuru dunia.

Dalam kepentingan itu, besar harapan saya, bahwa media ini membawa ummat ke arah yang lebih maju. Memberikan pencerahan untuk menumbuhkan akhlak yang lebih baik.

Saya teringat dengan Firman Allah SWT dalam Alquran Surat Alqalam Ayat 1 yang berbunyi: Nun Walqalami Wamaa Yasthuruun.

Artinya: “Demi kalam dan apa yang mereka tulis”. Ini adalah hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan sesama manusia. Dan media itu merupakan suatu wadah untuk membina masyarakat, membangun masyarakat dan memberikan amanah, pendidikan, pengajaran ke arah yang benar. Mencerdaskan masyarakat dan memberi pencerahan.

Media juga merupakan mata bagi para pemimpin dan dapat sebagai wadah untuk memberikan kritikan-kritikan ke arah perbaikan. Dalam bekerja, dasar kita adalah ikhlas. Semua aktivitas di dunia mendasarkan kepada ikhlas itu, bukan tujuan untuk mendapatkan keridhaan dunia dan keuntungan semata, tapi untuk medapatkan ridha Allah SWT.

Inilah yang sering didengungkan dan diamanatkan kepada kita Abnaulkhairaat oleh Habib Idrus Bin Salim Aljufrie. Habib mengajarkan kepada kita bahwa bukan harta dan tahta yang dicari, tapi demi mendapatkan keridhaan Allah SWT semata.

Dalam kerangka media sebagai kontrol sosial. Cara kita dalam memainkan peran itu, harus berlandaskan akhlak dan moral. Rasulullah SAW juga diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia.

Seperti syair Habib Idrus yang berbunyi “Bil Ilmi Wal Akhlaq Idrakul Munaa ~ Inrumta Ilman Laa Takummutakabbir”. Untuk mencapai cita-cita, dasar kita adalah Ilmu dan Akhlak.  Cita-cita kita untuk menunjukan kebenaran, harus disampaikan secara benar berlandaskan akhlak.

Ketika kita memberikan kritikan kepada seseorang, bukan tujuan kita untuk menjatuhkan orang tesebut atau mengaibkan seseorang. Cara-cara kita dalam menyampaikan kritikan tidak dengan cara belah bambu. Mengangkat yang satu dan menginjak yang lainnya. Rasulullah SAW melarang kita berbuat demikian. Rasulullah SAW berkata, siapa yang menutup aib sesorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya. Siapa yang membuka aib orang, maka Allah akan membuka aib baginya di dunia dan di akhirat.

Intinya adalah media berbicara yang benar tapi bukan membuka aib orang., melainkan bertujuan untuk memberikan pencerahan dan menyadarkan orang itu. Dalam posisi ini, sesungguhnya wartawan merupakan kerja-kerja kenabian. Memberitakan fakta-fakta bukan gosip apalagi fitnah.

Moga-moga Media Alkhairaat, menjadi suatu simbol pers yang islami di Sulawesi Tengah dan di Indonesia. Menjadi media utama dengan berita-berita yang mengkritik tetapi santun. Menjadi media yang dapat memberikan masukan-masukan untuk Alkhairaat ke depan. Wallahul Musta’an.

*Ketua Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Periode 2014-2019

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Belajar Menulis dan Menulis untuk Belajar