IAIN Palu Perkuat Wawasan Kebangsaan Maba lewat Program Matrikulasi

oleh
Kabag Akademik IAIN Palu, Abdul Wahab

PALU – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, memperkuat wawasan kebangsaan para mahasiswa baru (Maba) angakatan 2020 lewat pelaksanaan program matrikulasi yang berlangsung selama dua hari.

“Iya, penguatan penanaman nilai-nilai kebangsaan sebagai bentuk pembinaan wawasan mahasiswa agar mahasiswa tidak mudah terkontaminasi dengan faham yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” ucap Kepala Bagian Akademik IAIN Palu, Abdul Wahab, di Palu, Jumat (25/09).

Wahab mengemukakan, IAIN Palu sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri di bawa naungan Kementerian Agama, berkomitmen untuk membina mental berfikir dan karakter mahasiswa, yang sejalan dengan Islam rahmatan lilalaamin, serta menjunjung tinggi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, sebut Wahab, penanaman wawasan kebangsaan yang dielaborasi dengan pandangan Islam, khususnya moderasi beragama, menjadi satu materi yang wajib ada dalam setiap jenjang pembinaan terhadap maba.

“Di dalamnya juga meliputi akhlak. Ini menjadi penting karena mahasiswa PTKIN harus berakhlak yang baik dalam bersikap dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat,” ujarnya.

Olehnya, ia menegaskan, mahasiswa baru wajib mengikuti pelaksanaan program matrikulasi yang merupakan salah satu tahapan pembinaan terhadap mahasiswa baru, sebelum mengikuti perkuliahan di semester gasal/ganjil.

“Karena matrikulasi menjadi satu program nasional yang diwajibkan oleh Kementerian Agama kepada seluruh PTKIN untuk melaksanakannya. Matrikulasi ini juga menjadi sarana untuk menjembatani mahasiswa baru sebelum memulai perkuliahaan,” terangnya.

Lewat program matrikulasi, taambahnya, maba juga dikenalkan mengenai arah kebijakan pengembangan IAIN Palu dari sisi fisik dan non-fisik, termasuk di dalamnya mengenai pengembangan mutu, di masa kini dan akan datang.

Kegiatan matrikulasi dilaksanakan oleh IAIN Palu secara online dan offline. Secara offline dilakukan dengan pembatasan peserta, mengingat kemungkinan penyebaran COVID-19.

“Untuk offline hanya 15 orang mahasiswa baru yang kami ikutkan dalam ruangan, sementara online diikuti 1.500 lebih mahasiswa baru via aplikasi zoom,” urai Wahab.

Terkait itu, Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menyemangati mahasiswa baru untuk tetap semangat belajar, menuntut ilmu, untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kepribadian perilaku.

Rektor menyampaikan bahwa mahasiswa IAIN Palu harus memiliki keunggulan tersediri dibandingkan dengan mahasiswa non-PTKIN.

Mahasiswa IAIN Palu, lanjut dia, harus memiliki keunggulan secara intelektual, keterampilan dan ahlak, yang didukung dengan pemahaman keagamaan yang moderat.

“Harus tuntas dengan jati diri atau DNA IAIN Palu yaitu unggul dari sisi akademik, unggul dalam ahlak, dan unggul dalam keterampilan, serta mampu baca dan tulis Al Quran,” sebut Prof Sagaf. (*/RIFAY)

Iklan-Paramitha