HUT RI ke- 74, KPA Silolangi Ekspedisi Suku Tertua di Sulteng

oleh
Tim ekspedisi berpose bersama usai acara pelepasan, di Sekrtariat KPA Silolangi, Jalan Uwe Lambori, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kamis (15/08) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU –  Kelompok Pencinta Alam (KPA) Silolangi, yang bermukim di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore  menyambut HUT RI ke-34 dengan melakukan ekspedisi budaya di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, mulai tanggal 15 sampai 22 Agustus 2019.

Ketua KPA Silolangi, Abdu Razak, diacara pelepasan tim ekspedisi, di Kelurahan Tondo, Kamis (15/08)  mengaku, ekspedisi budaya tersebut bertajuk Ekspedisi Tungku Talusi menelusuri keberadaan suku tertua di Sulteng, dilakukan di satu desa dari masing-masing empat kecamatan di Kabupaten Sigi yakni, Kecamatan Kulawi Induk, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro.

“Ini ekspedisi kedua kamio, tetapi kali ini beda karena nantinya akan menggali budaya warga lokal. Disana kami akan melakukan dialog terkait budaya atau adat istiadat tentunya target kami adalah untuk mendalami pengetahuan kami tentang budaya,”katanya.

Kata dia, sengaja mengagendakan kegiatan itu diwaktu libur karena 95 persen anggota KPA Silolangi merupakan mahasiswa-mahasiswi aktif.

“Sebelumnya kami sudah melakukan survey dua kali sekaligus menyurat kepada pemerintah setempat. Kalau ambil waktu lain agak sulit dilaksanakan, karena kita adalah mahasiswa aktif,”akunya.

Tim ekspedisi berpose bersama usai acara pelepasan, di Sekrtariat KPA Silolangi, Jalan Uwe Lambori, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kamis (15/08) (FOTO : MAL/YAMIN)

Sementara, pembina KPA Silolangi, H. Nanang saat melepas peserta ekspedisi mengaku hal yang dilakukan KPA Silolangi untuk mencari tahu kearifan lokal atau suku-suku tertua yang ada di Sulteng merupakan kegiatan yang perlu diapresiasi.

Meski demikian, H. Nanang memberikan harapan dan pesan khusus untuk tim tersebut.

“Ekspedisi ini yang akan kita tuju adalahn Kulawi, yang merupakan kecamatan mengalami banjir.  Saya berpikir bertambah satu lagi tugas kita, bukan hanya ekspedisi.  Jangan mengenyampingkan misi kemanusiaan, kita harus bantu saudara-saudara kita disana, minimal kita lakukan bhakti sosial,”pesannya.

Selain itu, H. Nanang juga mengimbau agar KPA Silolangi terus menjaga nama baik pencinta alam.

“Jangan hanya Silolangi yang dijaga, tapi harus kita jaga semua komunitas-komunitas pencinta alam,”harapnya.  (YAMIN)