Hujan Intens, 200 KK di Rogo Waswas Bandang Susulan

oleh
Excavator membersihkan gelondongan kayu yang dibawa oleh banjir bandang di Desa Rogio, Selasa (15/9). FOTO: MAL/FALDY

PALU – Banjir disertai lumpur, pasir dan gelondongan kayu melanda, Desa Rogo, Senin (14/9) malam. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun hingga Selasa malam, tak kurang dari 200 kepala keluarga (KK) masih dalam keadaan waswas atau siap siaga.

Dari pantauan media ini, hal itu karena hujan dengan intensitas sedang masih terus mengguyur wilayah tersebut.

Menurut Sekertaris Desa Rogo Ajmain Ramadhan, masih terdapat satu lagi kubangan dengan ukuran yang cukup besar di hulu sungai, yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa warganya.

Hal itu diketahui setelah beberapa waktu yang lalu. Pihak desa melakukan pemantauan terhadap beberapa titik-titik kubangan yang diperkirakan berbahaya dalam musim penghujan seperti saat ini.

Karenanya, banjir bandang yang terjadi belum lama ini, ditengarai pihak desa, hanyalah dari beberapa kubangan kecil yang ada di bawah kubangan besar tersebut.

“Makanya 200 jiwa ini dusun I dan II selama musim penghujan kita terus ingatkan mereka. Apalagi sudah seminggu belakangan ini curah hujan di desa kami sangat sering,” ungkapnya.

Belakangan diketahui, sejumlah titik kubangan tersebut bermunculan akibat dipicu guncangan gempa bumi dua tahun silam, disertai dengan penurunan struktur tanah di lereng-lereng gunung yang ada di bagian barat.

Sementara itu, akibat dari banjir Senin malam, 41 rumah dinyatakan rusak berat karena tak dapat lagi dihuni, sedang 27 unit lainnya dalam kategori rusak ringan.

Selain itu, terdapat 12 balita, 10 bayi dan 30 lansia menjadi korban terdampak langsung banjir tersebut.

Reporter: Faldy
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha