Hari Pertama Operasi Patuh, Polres Palu Tilang 107 Pengendara

oleh
Anggota Polres Palu melakukan pemeriksaan surat – surat kelengkapan berkendara dari salah satu pengedara roda dua di Kota Palu di hari pertama digelarnya Operasi Patuh Tinombala 2019, Kamis (29/08) (FOTO : MAL/MELDA)

PALU – Satlantas Polres Palu memberikan bukti pelanggaran atau tilang kepada para pelanggar lalu lintas pada hari pertama digelarnya Operasi Patuh Tinombala 2019, Kamis (29/08).

Pada hari pertama tersebut, Satlantas Polres Palu melakukan razia sebanyak dua kali, pagi di Jalan Sultan Hasanuddin dan sorenya di Jalan Teratai.

Razia pertama di Jalan Sultan Hasanuddin, polisi menilang sebanyak 57 pelanggar, sementara pada sore hari di Jalan Teratai petugas menilang 50 pengendara, sehingga total ada 107 pelanggar yang ditilang.

Menurut Kepala Satlantas Polres Palu, Iptu M Abdhi Hendriyatna, pelanggar pada razia hari pertama itu didominasi pengendara sepeda motor. Mereka melanggar sasaran prioritas seperti tidak mengenakan helm SNI, pengendara anak di bawah umur, dan melawan arus.

“Adapula yang melanggar soal penggunaan sabuk keselamatan pada pengendara mobil, itu kalau pelanggaran sasaran prioritas,” kata Abdhi.

Sementara untuk pelanggaran biasa juga ditemukan yakni soal kelengkapan kendaraan, surat-surat, dan rambu-rambu.

Ia menyebutkan, ada delapan sasaran prioritas pada Operasi Patuh tahun ini yakni pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar, tidak menggunakan sabuk keselamatan pada pengendara mobil.

Kemudian melebihi batas kecepatan, melawan arus, pengemudi anak di bawah umur, mabuk saat berkendara, menggunakan telepon genggam atau handphone saat berkendara, dan penggunaan lampu strobo/sirene/rotator.

Operasi Patuh itu juga melibatkan petugas dari unsur TNI dan Dinas Perhubungan.

Tak hanya kendaraan pribadi, angkutan barang pun ikut diperiksa petugas.

Bahkan anggota TNI yang mengendarai kendaraan juga tak luput pemeriksaan petugas dari Detasemen Polisi Militer atau Denpom.

Secara keseluruhan di Sulteng, aparat kepolisian, di hari pertama operasi, aparat telah melakukan tilang kepada 412 kasus. Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun lalu (2018) sebanyak 240 kasus , atau naik 71,67 persen.

Berdasarkan data yang dilaporkan kepada Posko Operasi Patuh Tinombala 2019, di samping tilang, petugas juga memberikan teguran kepada 22 pelanggar. Angka ini menurun dari tahun 2018 yang hanya 10 pengendara.

Sementara itu untuk lakalantas sebanyak satu kasus, di mana satu orang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan dengan kerugian materiil sebesar Rp10 juta. (MELDA)