Habib Ali Kembali Pimpin MUI Sulteng

oleh
Suasana Musda VIII MUI Sulteng. (FOTO: IST)

PALU – Musyawarah Daerah (Musda) VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, secara aklamasi kembali mengamanatkan Habib Ali bin Muhammad Aljufri sebagai Ketua MUI periode 2018/2022.

Musda tersebut dihelat selama dua hari, di Aula Asrama Haji Transit Palu dengan mengunsung tema “Memperkuat Peran Ulama dalam Meneguhkan Islam Wasathiyah, Ahklak Bangsa dan Peningkatan Ekonomi Umat, Demi Kemajuan Sulawesi Tengah dan Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, dihadiri pimpinan MUI Pusat dan Gubernur yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Politik, Faisal Mang.

Ketua MUI Sulteng terpilih, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, menyatakan, menjadi Ketua MUI adalah beban yang harus dipertangung jawabkan di hadapan Allah SWT. Habib juga mengungkapkan, menjadi pimpinan ulama bukan sesuatu yang menambah kemuliaan. Bahkan Habib, merasa tidak layak menjadi ketua yang menghimpun para ulama dari semua oraganisasi keagamaan Islam itu.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat itu menambahkan, saat ini umat Islam terbelakang dalam bidang ekonomi dan keilmuan. Padahal, kata dia, agama Islam-lah yang membawa perdaban manusia menjadi terang benderang. Sebab, lanjut Habib, pendidikan kita mengambil system di luar ajaran Islam atau tidak berpedoman kepada Alquran.

“Itulah penyebab umat Islam sangat jauh tertinggal,” tekannya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Politik, Faisal Mang, mengatakan, sebagai bangsa, mestinya saling menjaga kerukunanan antar umat beragama. Kerukanan kata dia, harus tetap menjadi perhatian pemerintah.

Dia berharap, MUI Sulteng mampu mengaktulilsasikan konsep-konsep keagamaan.

“Dapat berdampingan dengan pemeluk agama lain, makanya MUI diharapkan mampu berperan aktif menjaga keharmonis dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

MUI juga diharapkan dapat melahirkan program yang memberikan dampak postif bagi pembangunan daerah. Karena saat ini, kata dia, kita berada di zaman yang selalu dinamis.

“Makanya dituntut pula program-program yang mengarah kepada pembinaan akhlak bagi generasi muda,” katanya. (NANANG IP)

loading...