Gugatan Terhadap Bupati Parimo Masuk Tahap Mediasi

oleh
Kantor Pengadilan Negeri Parigi. (FOTO: IST)

PARIGI – Sidang gugatan perdata oleh Hantje Yohanes kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsulrizal Tombolotutu beserta sembilan orang lainnya, telah memasuki tahap mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Parigi, Senin (9/9). Proses mediasi dihadiri masing-masing kuasa hukum, baik penggugat maupun tergugat.

Muslim Mamulai selaku kuasa hukum penggugat, mengatakan, hakim mediator telah mengecek kelengkapan berkas pihaknya dan pihak tergugat,

Dalam proses ini, kata dia, hakim menyarankan agar dilakukan langkah prinsipal untuk menghadirkan tergugat, dalam hal ini Samsulrizal.

“Kecuali ada alasan yang bersangkutan tidak bisa hadir karena mungkin sakit. Itu juga harus disampaikan agar bisa diketahui,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam mediasi ini terdapat dua solusi yang diberikan, yakni tergugat agar bisa mengembalikan uang yang telah dipinjam kepada kliennya dan meminta untuk dilakukan pertemuan, antara Hantje Yohanes dengan Samulrizal Tombolotutu.

Untuk memenuhi kesepakatan tersebut, hakim menawarkan waktu kepada kedua belah pihak. Pihaknya pun meminta waktu selama dua pekan.

“Di pertemuan nanti tanggal 23 September mendatang, diharapkan telah ada informasi bagaimana bentuk-bentuk perdamaian, kalaupun ada. Tetapi kalau hal itu tidak terpenuhi, maka proses tetap berlanjut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gugatan yang dilakukan kliennya, karena setelah Samsurizal dilantik menjadi bupati, tidak adanya komitmen yang bersangkutan untuk mengembalikan uang yang dipinjam kepada kliennya.

“Selanjutnya tak dapat dihubungi lagi, maka Hantje kemudian mengambil upaya hukum. Sempat dilayangkan somasi kepada yang bersangkutan selama dua Minggu, tetapi tidak ditanggapi juga, malah beliau akan menuntut balik kepada klien kami,” jelasnya.

Lanjut dia, dalam kasus ini, Samsulrizal, Nico Rantum dan Teguh Ariyanto serta beberapa nama lainnya ikut terseret karena mereka merupakan orang yang dijadikan sebagai tempat transfer uang yang dipinjam.

“Mereka-mereka ini memberikan nomor rekening kepada klien kami, seperti Irfan Syukri, Nurfajri istri dari Teguh Ariyanto, Crisnatalia Nelan, Deny, Hendra Bangsawan,” tutupnya.

Diketahui, Hantje yang merupakan seorang pengusaha menggugat Samsurizal Tombolotutu senilai Rp4,9 miliar, karena dianggap wanprestasi dalam perjanjian lisan utang dengan yang bersangkutan.

Dalam petitum gugatanya, penggugat meminta kepada majelis hakim agar menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar utang sejumlah Rp4,9 miliar tersebut dan membayar ganti rugi immateril sebesar 3 persen setiap bulan.

Kasus gugatan ini berawal dari kedatangan Samsurizal ke tempat kerja Hantje di Kota Palu dengan maksud meminjam dana sebesar Rp4,9 miliar untuk keperluan Pilkada Parimo, dengan janji akan dikembalikan setelah Samsurizal terpilih kembali dan dilantik menjadi bupati.

“Demi kelancaran proses peminjaman, maka oleh Samsurizal disampaikan bahwa apabila ada orang yang tergabung dalam team suksesnya meminta dana untuk kepentingan Pilkada, agar diberikan,” kata Muslim.

Sesuai pembicaraan, maka kliennya memenuhi permintaan tergugat dengan mentransfer dana ke rekening atas nama Afrianto senilai Rp650 juta, ke rekening Irfan Sukri senilai Rp850 juta, ke rekening Nurfajri senilai Rp700 juta, dan ke rekening Chrisan Natalia senilai Rp800 juta.

“Klien kami juga memberikan dana baik tunai, transfer dan cek untuk pembiayaan alat peraga kampanye senilai Rp507,9 juta kepada Yanto dan Nurfajri (suami istri) sebesar Rp750 juta dan kepada Hendra Bangsawan senilai Rp202,4 juta untuk pembayaran tiket pesawat,” urainya. (MAWAN)