Geliat Properti di Palu Jadi Fenomena Menarik

oleh
Abdul Madjid Ikram

PALU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng, Abdul Majid Ikram, melihat adanya geliat pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi perumahan di Kota Palu. Baginya, hal itu merupakan fenomena menarik bagi daerah yang baru saja dilanda musibah bencana alam.

“Aktivitas di sektor konstruksi ternyata meningkat. Bahkan sudah ada developer (pengembang) yang siap membangun 1400 perumahan walaupun dengan tipe sederhana,” katanya didamping Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Kantor Perwakilan BI Sulteng, Rivo Mandey , Rabu (14/08).

Dia menilai, fenomena itu menunjukkan adanya optimisme yang baik dari kalangan developer karena melihat adanya peluang untuk mengembangkan usahanya di Kota Palu.

“Jadi ada fenomena menarik sektor properti ini yang akan coba kami dalami,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melihat ada beberapa sektor yang mulai menggeliat di tiga daerah yang terdampak bencana alam di Sulteng.

Menurutnya, hal ini harus direspon positif oleh semua pihak agar pertumbuhan ekonomi di Sulteng bisa terus terpacu.

“Yang sudah masuk ini harus dijaga jangan sampai mereka keluar dengan cara beri espektasi postif,” ujar mantan Kepala BI Cirebon itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulteng pada Triwulan II Tahun 2019 ini memang mengalami tren penurunan menjadi 6,62 persen (yoy) dibanding Triwulan sebelumnya yang sebesar 6,98 persen (yoy).

“Tapi 6,62 adalah pertumbuhan yang cukup baik, bahkan ini merupakan prestasi pascabencana. Ini menunjukkan bahwa kita sudah mulai bangkit. Kita punya poin positif karena punya kemampuan untuk menerima investasi,” tutur pria yang baru menjabat selama dua pekan itu.

Salau satu potensi yang baik kata dia, adalah sektor industri, walaupun memang masih tersentralisasi di daerah Morowali dan Banggai. (RIFAY)