FK Unisa Jajaki Kerja Sama dengan Kemenkes

oleh
Dosen Unisa, dr. Darma Ariani (tengah) yang menjadi petugas kesehatan jemaah haji. (FOTO: IST)

PALU – Civitas akademika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu terus melakukan ekspansi di berbagai lini dan tidak larut dalam euforia pasca dua program studinya terakreditasi B.

Fakultas Kedokteran yang kembali dipimpin dr. H. Mukramin Amran itu bahkan  melebarkan sayapnya ke berbagai institusi atau lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah bertaraf nasional, salah satunya adalah Kementerian Kesehatah (Kemenkes) RI, khususnya di Sekretariat Jenderal Pusat Kesehatn Haji.

Dekan FK Unisa, Mukramin Amran mengatakan, kerja sama dengan Pusat Kesehatan Haji itu menjadi sangat penting karena tidak terlepas dari visi fakultas yakni “Menjadi Program Studi Fakultas Kedokteran yang Menghasilkan Dokter Berkarakter Islami dan Berwawasan Kesehatan Matra dengan Perhatian Utama pada Kesehatan Lapangan Tahun 2024”. Salah satu kesehatan matra yang dimaksud adalah kesehatan haji dan umroh.

Menurutnya, jika kerja sama itu terlaksana, maka FK Unisa adalah yang kedua setelah Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Sejauh ini, kata dia, Kepala Pusat Kesehatn Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka telah merespon dengan membalas surat dari Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri, perihal kerja sama tersebut, tanggal 7 Juni lalu.

“Pada prinsipnya mereka setuju melakukan kemitraan dalam bidang kesehatan haji dalam bentuk MoU atau nota kesepahaman. Namun mereka meminta pihak yayasan untuk tetap berkoordinasi dengan Kemenristekdikti agar proses ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara Wakil Dekan III FK Unisa, drg Lutfiah Sahabuddin, M.KM mengatakan, meskipun nota kesepahaman ini belum ditandatangani bersama, namun FK Unisa sudah dilibatkan dalam pelayanan kesehatan jemaah haji di Sulawesi Tengah.

Tiga mahasiswa FK Unisa, yakni Andi Muhammad Alim, Andi Reskifais Iskandar dan Irfan Nahwi Rasul sudah dilibatkan membantu memberikan pelayanan kesehatan sejak di Palu, Masjid Agung, KBIH, hingga Balikpapan.

“Bahkan salah satu dosen kami dr. Darma Ariani menjadi petugas kesehatan yang mendampingi jemaah haji di tanah suci,” tutupnya. (IWANLAKI)