Festival Raudhah Satukan Islam dan Kebudayaan

oleh

PALU – Festival Raudhah Sis Aljufri ke-V telah dibuka  oleh Walikota Palu Hidayat, Kamis (6/7) malam ini, di Kompleks Alkhairaat Pusat Palu.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) PB Alkhairaat, Lukman S Thahir menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk menyatukan antara Islam dan kebudayaan.

“Saat ini nampaknya Islam berjalan sendiri dan kebudayaan berjalan sendiri. Olehnya itu acara ini memberikan pesan untuk mengintegrasikan keduanya,” kata Lukman S Tahir pada saat memberikan sambutannya.

Lukman menjelaskan Raudhah sendiri memiliki arti “taman”. Taman adalah tempat kita berkumpul bersama. Maka di sinilah, kita menunjukkan kebersamaan, keragaman, dan menghargai satu sama lain.

Selain itu Raudhah dimaksudkan menangkal ancaman-ancaman disintegrasi. Maka dengan nilai-nilai kebudayaan dan keislaman inilah Alkhairaat menjawab tantangan tersebut.

Untuk mengintegrasikan antara Islam dan budaya, Alkhairaat juga akan menggelar seminar Jumat besok. “Insya Allah bada Jumat di gedung Almuhsinin,” kata Lukman.

Selain itu, Alkhairaat sudah melaksanakan pula beberapa lomba untuk para siswa/santri Alkhairaat lewat Pekan Silaturahim Alkhairaat Nasional.

Sementara itu, Walikota Palu, Hidayat menekankan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kebudayaan dan keislaman yang sudah pudar.

“Saat ini nilai-nilai budaya kita sudah hilang disebabkan oleh Kapitalisme dan Liberalisme,” ujarnya. (NANANG)