Fakultas Perikanan Unisa Sukses Gelar Webinar Nasional

oleh
Dr Ahsan Mardjudo

PALU- Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat (Faperik Unisa), dalam kurun waktu satu bulan ini, dua kali menggelar webinar nasional.

Dekan Fakultas Perikanan Unisa, Dr. Ahsan Mardjudo mengatakan, webinar kali ini mengangkat tema Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan Melalui Transformasi Teknologi, Sosial dan Budaya.

“Iya benar, di awal kepemimpinan saya ini, kami sudah dua kali menggelar webinar Nasional. Yang pertama tanggal 15 Agustus 2020 dan hari ini tanggal 10 September 2020. Berarti belum cukup satu bulan kami sukses menggelar dua kegiatan ilmiah secara daring berskala nasional yang melibatkan pembicara Nasional pula,” kata Dr. Ahsan Mardjudo, Kamis,(10/9) usai pelaksanaan webinar, di ruangannya.

Ahsan mengatakan, webinar kali ini melibatkan pembicara dari Kalimantan Timur, Dr. Muhammad Amin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kalimantan Timur/Utara.

Selain itu, juga menghadirkan sosiolog sekaligus akademisi Universitas Tadulako (Untad) Drs. Jamaluddin Mariadjang, M.Si dan dirinya selaku Dekan Fakultas Perikanan Unisa.

Muhammad Amin dalam pemaparannya mengatakan, inovasi teknologi sebagai kunci daya saing. Sehingga diperlukan pemberdayaan dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, nelayan menghadapi tantangan global.

Menurut alumni Fakultas Perikanan Unisa itu, transformasi perubahan sosial masyarakat di era.4 0, memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan produksi serta lapangan kerja baru bagi masyarakat nelayan.

Dia melanjutkan, inovasi teknologi saling terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu untuk menghasilkan produktivitas dan daya saing. Kegiatan harus bersinergi antar lembaga riset, termasuk dengan perguruan tinggi.

Sementara itu, Sosiolog asal Untad, Drs. Jamaluddin Mariadjang dalam materinya, transformasi sosial budaya di dalam sistem produksi perikanan menekankan perlunya peningkatan SDM nelayan melalui pendidikan dan pelatihan, tanpa mengurangi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat nelayan. Ini akan bermuara pada peningkatan sumber ekonomi keluarga.

Ahsan Mardjudo mengurai solusi permasalahan yang dihadapi para nelayan, selain pendidikan dan pelatihan, para nelayan juga diberikan sentuhan teknologi penangkapan ikan, berupa tekno tepat guna.

Dia juga memaparkan model dan bentuk transformasi teknologi pada sektor primer pada nelayan, berupa pelatihan dan pemberian sarana penangkapan dan alat bantu penangkapan. Ini bertujuan meningkatkan hasil tangkapan dan produksi.

Sementara pada sektor sekunder, memberikan pelatihan dan demonstrasi pengolahan hasil perikanan bagi ibu-ibu nelayan, berupa pembuatan abon ikan, nugget ikan, bakso ikan,sambal ikan teri, ikan roa, pancake fish, burger ikan teri dan lainnya.

Yang tak kalah penting kata mantan Wakil Rektor bidang Akademik ini, adalah penguatan kelompok berupa pendampingan, pelatihan, pembinaan dan penciptaan kegiatan perekat seperti arisan, pengajian, latihan bela diri dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Fakultas Perikanan juga sukses menggelar Webinar Nasional dengan tema “Sains dan Teknologi Perikanan Era Industri 4.0 dalam Perspektif Islam” yang menghadirkan narasumber Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus sebagai Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (API) dan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Palu yang juga mantan Rektor Universitas Alkhairaat Dr.H. Lukman. S. Thahir, M.A.

Reporter: Iwan Laki
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha