Curiga Mau Diculik, Dua Siswi SMP Alkhairaat Lompat dari Angkot

oleh
Salah satu siswi SMP Alkhairaat 1 Palu sedang dirawat di RS SIS Aljufri Palu, Sabtu (17/02). (FOTO: MUSTAFA)

PALU – Karena curiga dan takut akan diculik, dua siswi SMP Alkhairaat 1 Palu, MS dan H, nekat melompat dari angkutan kota (Angkot) yang mereka tumpangi ke sekolah, pagi tadi (17/02). Rasa curiga tersebut muncul karena ada gelagat mencurigakan yang mereka rasakan di angkot warna biru DN 1322 YU tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, kedua siswi ini menuju sekolah dengan menumpang angkot dari arah Pasar Inpres Manonda.

Namun saat di lampu merah perempatan Jalan SIS Aljufri, sopir angkot justru mengarahkan mobil ke arah kanan menuju Jalan Pue Bongo dengan alasan hendak mengisi bensin. Seharusnya, angkot tersebut mengarah ke kiri menuju ke sekolah mereka yang ada di kompleks PB Alkhairaat.

“Melihat gelagat yang mencurigakan sang sopir bersama dua rekan prianya yang tertawa tak tentu arah, kedua siswi malang ini meminta mobil dihentikan. Bukannya berhenti malah tancap gas. Melihat gelagat buruk itu, mereka memutuskan lompat dari angkot,” kata Kepala SMP Alklhairaat 1 Palu, Habib Alwi Aljufri.

FOTO FB

Dari keterangan dua siswi itu, di dalam angkot terdapat dua penumpang laki-laki, satu orang duduk dekat sopir, satunya lagi di belakang sambil tertawa.

“Atas nama pribadi dan sekolah mengucapkan terima kasih pada orang baik yang telah menolong dan mengantarkan dua siswa kami ke sekolah, walau dalam keadaan luka-luka. Kami langsung menghubungi orang tua wali dan kepolisian,” ujarnya.

Saat ini, kedua siswinya sedang dalam perawatan di Rumah Sakit SIS Aljufri. Pemilik kendaraan juga sudah datang menjenguk korban.

Sopir angkot tersebut juga sudah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Polsek Palu Barat.

Peristiwa ini sempat viral di akun Info Kota Palu (IKP).  “Saya meminta yang bersangkutan mempertanggung jawabkan perbuatanya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Namun dari informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kejadian tersebut adalah salah paham. Waktu itu, sopir angkot memang benar mau mengisi bensin ke SPBU yang ada di sekitar tempat tersebut.

“Bensinnya memang sudah mau habis,” kata Sumber. (IWANLAKI)

loading...