Dua Siswa MA Alkhairaat Kembali Raih Prestasi

oleh
Kepala Madrasah Aliya h Alkhairaat, Wakawad Kesiswaan dan Humas berfoto bersama dua siswa/siswi peraih juara yang digelar oleh Dinas Pemuda Olah Raga Kota Palu. (IST)

PALU – Dua siswa MA Alkhairaat Pusat Palu kembali meraih juara dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pemuda Olaraga Kota Palu pekan lalu. Kedua siswa tersebut, masing-masing, Ahmad Syarif kelas 12 jurusan Agama, dan  Nur Aulia Zahriani kelas 12.

Ahmad, meraih terbaik satu, setelah berhasil menyingkirkan 23 peserta lomba pidato berbahasa Kaili. Sedangkan Nur Aulia, meraih peringkat ke dua lomba menulis artikel, tentang kebudayaan.

Ahmad menjelaskan, pidato berbahasa Kaili, ini mengajak anak-anak muda Kaili agar tidak hanya selalu melihat ke depan. Artinya Ahmad, dalam pesan pidatonya itu, generasi muda selalu menghargai apa yang telah dilakukan leluhur di tanah Kaili.

Siswa asal Desa Sunju, Kabupaten Sigi ini menjelaskan, untuk menyusun isi pidato itu, awalnya disusun dengan bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Kaili. Kalimatnya pun, ikut dikoreksi oleh tokoh adat di desanya, dengan waktu hanya dua hari.

“Tentang bagaimana mencintai tanah Kaili. Judulnya ngataku ku pomate, nemo kita aga manggita ri n ngayona domo nompeili tona ri bengota. Maksudnya, jangan selalu mengarah ke depan  tanpa memerhatikan di belakang,” kata Ahmad, Senin (23/10) pagi.

Sementara itu, Nur Aulia dalam karya tulisnya, mengangkat kebudayaan masyarakat Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Dalam tulisanya itu, ia menegaskan bahwa di desa tesebut, masih memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga, kelestarain lingkunagan pun menjadi hal mendasar dalam kehidupan masyarakat Toro.

“Itu saya mengambil judul, tentang kearifan lokal masyarakat Toro berada Kecamatan Kulawi Sigi. Di sana mereka masih melestarikan kearifan lokal melastarikan lingkungan. Mereka tidak merusak, dan memanfaatkan keperluan mereka sendiri,” sebut Nur Aini.

Dia menambahkan, masyarakat di desa tersebut membagi lingkungan dalam zona. Pertama kata dia, ada zona yang tidak boleh hutan diekploitasi berlebihan, hanya bisa dimanfaatkan tetapi tidak boleh membangun lahan pertanian. Dan kemuidian sebagai zona permukiman warga.

Selain itu, Wakamad Kesiswaan Salim Bachmid, mengaku bangga dengan torehan prestasi ini. Alhamdulilah Aliyah Alkhairaat termasuk yang diunggulkan dari sejumlah sekolah lainnya. Dan setiap tahun pihakya selalu mendapatkan juara.

“Tahun kemarin kita jaga dapat juara. Makannya setiap tahun, kita akan terus melakukan pelatihan di dalam lingkungan sekolah,” tutupnya. (NANANG IP)

 

loading...