Dua Personel Polsek Sirenja di Duga Lalai, Kapolda: Masih Pendalaman

oleh
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Luqman Wahyu Haryanto tengah memberi keterangan usai mengunjungi dua personel Polsek Sirenja yang terluka kareana senjata api di RS Bhanyangkara, Jum'at (8/11). (FOTO : MAL/FALDI)

PALU – Dua personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sirenja di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, diduga tak sengaja menembak seorang anggota polisi lainnya, sekira pukul 09.30 WITA, Jumat (8/11).

Kedua anggota tersebut, masing-masing bernama Aiptu Purwanto yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Sabhara sementara dan Aipda Nabud Salama sebagai KSPK 1.

Informasi yang dihimpun media ini, Aiptu Purwanto diduga tak sengaja menembak Aipda Nabud Salama menggunakan senjata V2 milik shabara dan mengenai bagian kepala Aipda Nabud.

Awalnya, Aiptu Purwanto melakukan inspeksi rutin terhadap barang inventaris Dinas Polsek Sirenja. Tengah melakukan pembersihan senjata api laras panjang jenis V2 Sabhara, tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari senjata tersebut.

Tembakan mengenai kepala Aipda Nabut Salama, yang saat itu ikut mendampingi pemeriksaan, serta memantul pada beberapa bagian dinding Polsek Sirenja. Karena panik dan ketakutan, Aiptu Purwanto pun sontak menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api pendek.

Diketahui, saat ini keduanya tengah menjalani perawatan intensif oleh pihak medis di RS Bhayangkara Palu. Dalam penjelasannya usai mengunjungi anggotanya itu, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Luqman Wahyu Haryanto mengatakan masih akan menyelidiki kronologis serta penyebab dari insiden tersebut.

“Masih pendalaman, yang jelas ada luka anggota dua kena peluru senjata v2, tentang kejadiannya seperti apa masih pendalaman,” Ujar Brigjen Pol Lukqman Wahyu, Jum’at (8/11) di RS Bhayangkara Palu.

Selain itu, Luqman menyebutkan bahwa kedua anggotanya itu masing-masing terkena satu luka tembak bagian kepala dan leher, namun saat ini kondisi keduanya tengah stabil.

Meski begitu, Kapolda menyebutkan tak menutup kemungkinan untuk dilakukan rujukan ke RS Undata atau Makassar karena terbatasnya fasilitas medis di RS Bhayangkara Palu.(Faldi)