Dua Jama’ah Haji Sulteng Yang Masuk Dalam Kloter 10 BPN Masih Dirawat di Madinah

oleh
Salah satu petugas haji asal Kabupaten Donggala menyambut Jama’ah asal daerahnya di Asrama Haji transit Palu, Rabu (11/09) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Dua Jama’ah Haji Sulteng yang masuk dalam Kelompok terbang (Kloter) 10 Embarkasi Balikpapan (BPN) belum bisa kembali ketanah air bersama rekan-rekannya, karena masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Madinah.

“Dua Jama’ah yang masih tanazul di RS Madinah. Pertama H. Yusup  asal Kabupaten Donggala dan H. Andi Alang asal Kabupaten Parigi Moutong. InsyaAllah kita doakan paling tidak keduanya bisa kembali bersama  Kloter 13 BPN ke tanah air nanti,“ ujar Ketua Kloter 10 BPN, Haris Lawisi di Asrama Haji Transit Palu, Rabu (11/09).

Haris menyampaikan, berangkat dari tanah air menuju tanah suci Makkah Kloter 10 BPN berjumlah 451 orang. Saat di Makkah, satu Jama’ah yang dipimpinnya wafat, bernama Almarhum Amir Salim asal Kabupaten Donggala.

“Tetapi hajinya almarhum sudah sempuna,  karena setelah kembali dari Arafah tanggal 15 Szulhijah  beliau sudah dipanggil oleh Allah SWT,”katanya.

Sehingga, jumlah Jama’ah haji Kloter 10 BPN yang tiba di Asrama haji transit Palu, Rabu 11 September 2019  menjadi 450 orang. Jama’ah tersebut merupakan gabungan Jama’ah dari Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),  yang terbagi ditiga Trip penerbangan. Trip I berjumlah 149 orang, Trip II berjumlah 147 orang dan Trip III berjumlah 149 orang.

Haris menambahkan, meski ada beberapa Jama’ah yang terserang flu, tetapi pada umumnya Jama’ah Kloter 10 BPN dalam kondisi sehat walafiat selama perjalanan dari tanah suci Makkah hingga ke Kota Palu.

Kedatangan Kloter 10 BPN di Asrama haji trasit Palu diterima oleh Kepala Bimbingan Masyarakat Islami (Bimais) Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muhammad Ramli selaku Plh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), di Aula Asrama haji transit Palu. (YAMIN)