Dokter Lulusan Alkhairaat Harus Berbasis Religi

oleh
Suasana wisuda Fakultas Kedokteran Unisa, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (04/07). (FOTO: MAL/RIFAY)

PALU – Universitas Alkhairaat (Unisa) kembali menelorkan 10 dokter dan 21 sarjana kedokteran yang baru saja menyelesaikan studi di dua prodi yang ada di Fakultas Kedokteran (FK). Dua prodi yang dimaksud adalah Prodi Kedokteran dan Prodi Profesi Kedokteran.

Para lulusan itu telah diambil sumpah dan janjinya oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unisa, dr Mukramin Amran di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (04/07).

Kepada para alumni, Rektor Unisa, Dr H Hamdan Rampadio berpesan kepada para dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unisa, agar tampil berbeda dengan lulusan perguruan tinggi lain.

“Saya selalu mengatakan dalam setiap pengucapan sumpah janji kedokteran, bahwa ada semacam obsesi kita untuk melahirkan sarjana yang benar-benar menguasai ilmu pengetahuan berbasis religi. Ada ciri atau nilai tambah yang ditunjukkan ke masyarakat,” ujarnya.

Tidaklah besar yang diminta untuk bisa menunjukkan ciri itu, yakni ketika mengobati pasien, para dokter dari Unisa selalu mengawalinya dengan Alfatiha, minimal Basmalah bagi yang muslim.

“Begitu pula dengan dari agama lain, karena di Fakultas Kedokteran Unisa bukan hanya ada mahasiswa muslim. Silahkan dimulai mengobati pasien dengan doa sesuai keyakinan masing-masing. Ini yang bisa membedakan dengan dokter dari perguruan lain. Saya kira itu ciri yang paling kita tonjolkan,” tekannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika mengikuti ujian akhir, yang menguji mungkin tujuh atau sembilan dokter.

“Tapi ketika sudah menjadi dokter, maka yang akan menguji anda adalah ribuan masyarakat. Bagaimana kemampuan anda atas pengetahuan yang anda peroleh itu nanti diuji langsung di masyarakat,” katanya.

Olehnya, dia menekankan kepada para alumni untuk selalu mengingat pesan dari Pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri untuk menjaga kepribadian dan tata karma.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Unisa, dr Mukramin Amran, selama kurun waktu ketujuh kalinya, Prodi Profesi Kedokteran selalu mendapatkan angka 74 persen angka kelulusan pada ujian nasional yang disebut Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Dia mengatakan, di kedokteran, program pendidikannya berjalan semur hidup, namun oleh pemerintah ada tahapan-tahapan tersendiri yang harus diikuti.

Dia menguraikan, para sarjana kedokteran (S.Ked), akan menjalani proses magang atau koas di rumah sakit, setelah itu menjalani proses pemahiran yang akan dilakukan di rumah sakit tipe C dan puskesmas-puskesmas selama 1 tahun.

“Setelah itu mendapat sertifikat yang disebut sebagai surat administrasi bahwa anda diyakini mampu melayani kesehatan masyarakat Indonesia,” katanya.

Untuk tahap lanjut, kata dia, ada yang disebut pendidikan kedokteran berkelanjutan yang diatur oleh profesi baik IDI maupun perkumpulan-perkumpulan spesialis.

Di penghujung, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik yayasan, universitas, orang tua mahasiswa dan stakeholder lainnya dalam menunjang kemajuan fakultas kedokteran sehingga masih eksis sampai saat ini dan yang akan datang.

Di Unisa sendiri, proses pengambilan sumpah dokter telah memasuki periode VII, sementara pengambilan janji sarjana kedokteran sudah di periode XVIII. (RIFAY)