Diskusi Institut Indonesia Bersama BAZNAS se-Indonesia, Sebut Peran Alkhairaat

oleh
BAHAS ALKHAIRAAT- Diskusi kebangsaan dan keumatan secara virtual yang digelar oleh Institut Indonesia diikuti pula Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) seluruh Indonesia termasuk BAZNAS Kabupaten Sigi. Menariknya dalam diskusi, Selasa (18/08) juga menyinggung peran Alkhairaat untuk Indonesia. (FOTO: MAL/HADY)

SIGI – Memaknai kemerdekaan di HUT RI ke 75 tahun 2020, Institut Indonesia dan diikuti ratusan peserta termasuk pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) seluruh Indonesia, menggelar diskusi kebangsaan dan keumatan secara virtual, Selasa (18/08).

Mengangkat tema, Menuju Indonesia yang dicita-citakan, dan sejumlah tokoh Nasional menjadi pembicara pada diskusi tersebut yakni, Habib Idrus bin Salim Aljufri ketua Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI), DR. KH.Cholil Nafiz tokoh muda NU, DR.Dahnil Anzar Simanjuntak tokoh muda Muhammadiyah, DR.Irfan Syauqi Baik ketua dewan pakar PUI dan DR. H.Hidayat Nur Wahid wakil ketua MPR RI sebagai kaynot di acara tersebut.

Menariknya dalam diskusi itu, Habib Idrus bin Salim Aljufri, menceritakan keberadaan Alkhairaat yang di bawah oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri yang juga di sebut Guru Tua. Alkhairaat kata Habib Idrus, memiliki pengaruh yang sangat kuat di tengah masyarakat Indonesia timur, yang saat ini terus bergerak dalam pendidikan, sosial dan dakwah.

“Saat ini Alkhairaat memiliki 1000 lebih madrasah dan 400 lebih cabang di seluruh Indonesia, dan ini menjadi pembeda dari organisasi lain,” ungkap Habib Idrus.

Kecintaan pendiri Alkhairaat pada negeri ini lanjutnya, tertuang dalam banyak syair-syair yang dinukilkkan untuk selalu diingat bagi generasi, khususnya Abnaulkhairaat. Syair itu diantaranya, terkait dengan kemerdekaan Republik Indonesia yang beliau sangat cintai.

Sementara KH.Hidayat Nur Wahid mengatakan, peran ulama dalam membangun negeri ini tidak bisa dilepaskan. Sehingga ulama, umara dan umat saat ini harus menyatu dalam membangun negeri ini lebih baik, dan satu kesatuan yang memiliki persepsi dalam mempertahankan NKRI.

Reporter: Hady
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha