Dirjen Pendis Sebut IAIN Palu Layak Alih Status

oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Islam RI, Prof. H. Kamaruddin Amin, di Kampus IAIN Palu, Kamis (12/09) pagi (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. H. Kamaruddin Amin secara pribadi mendukung upaya IAIN Palu yang ingin beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Ditemui usai mengisi kuliah umum kepada mahasiswa baru di IAIN Palu, belum lama ini, Kamaruddin mengatakan, tahun 2020 mendatang, Kemenag kembali membuka keran alih status, setelah adanya moratorium alih status perguruan tinggi tahun 2017 lalu.

Dia mengaku, hingga saat ini puluhan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah mengusulkan alih status itu, salah satunya IAIN Palu yang dinilai layak.

“IAIN Palu ini di antaranya berpotensi dan sangat layak, apalagi ada di ibu kota provinsi. Saya kira peluangnya besar. Kita berdoa semoga semuanya bisa berjalan lancar, kita penuhi segala persyaratannya. Nanti kita bahas tahun ini, dan Insya Allah tahun 2020 sudah bisa,” katanya.

Sebelumnya, IAIN Palu telah mempersiapkan transformasi untuk proses pengusulan alih status IAIN menjadi UIN Datokarama Palu. Baru-baru ini, IAIN Palu telah memasukan proposal pengusulan.

Rektor IAIN Palu Prof. H. Sagaf S. Pettalongi  mengatakan, alih status IAIN Palu menjadi UIN merupakan harapan dan cita-cita civitas akademik IAIN Palu. Pihaknya telah mempersiapkan setelah Kemenag mencabut pemberlakukan moratorium kepada seluruh PTKIN Indonesia.

“IAIN Palu sebagai salah satu PTKIN naungan Kemenag memandang pemberhentian moratorium transformasi IAIN menjadi UIN merupakan peluang besar untuk mengembangkan IAIN Palu pascabencana,” tandasnya. (YAMIN)