Dikbud Arahkan DAK 2017 ke Wilayah Pinggiran

oleh
Foto bersama Kadikbud Palu Ansyar Sutiadi usai syukuran penggunaan gedung TK Aisyiah, di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, mengadakan syukuran penggunaan gedung TK Aisyiah, pekan lalu. (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Palu bersama masyarakat Kayumaboko, Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, mengadakan syukuran penggunaan gedung TK Aisyiah, pekan lalu.

Pembangunan gedung tersebut merupakan bantuan Pemkot Palu melalui Dikbud sebesar Rp175 juta, tahun 2017. Dimana sebelumnya, gedung tersebut hanyalah sebuah masjid tua yang digunakan masyarakat setempat sebagai tempat pendidikan TK dengan fasilitas yang sangat memperhatinkan.

“Melihat itu, Pemkot Palu melalui Dikbud menyalurkan bantuan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan sarana prasarana pendidikan sekaligus pemerataan pendidikan di Kota Palu, tidak terkecuali di kelurahan terpinggir,” jelas Kepala Dikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi.

Dengan harapan, kata Ansyar, anak-anak di daerah tersebut juga dapat menikmati layanan pendidikan yang layak, dan lebih antusias lagi untuk mengikuti pendidikan TK.

Perlu diketahui, kata Ansyar, berdasarkan instruksi Wali Kota Palu, saat ini Dikbud diminta untuk lebih memperhatikan kondisi pendidikan di daerah terpinggir, mengingat masih banyak satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta yang masih sangat memperhatinkan, terutama kondisi fisik gedung dan sarana prasarananya.

“Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 banyak kami arahkan ke daerah terpinggir, mengingat secara fisik memang sangat memperhatinkan, sehingga bantuan-bantuan itu lebih kita arahkan kesana,” tambah Ansyar.

Untuk tahun 2017, lanjut Ansyar, sebanyak lima TK yang menerima bantuan, enam PAUD, enam SD, dan 10 SMP. Begitu juga terkait pemenuhan sarana penunjang pembelajaran, Dikbud telah menyalurkan sejumlah alat bermain di 40 PAUD, buku di 155 PAUD, kemudian pengadaan buku perpustakaan di 47 SD, dan alat praktek di 7 SMP di Kota Palu.

Selain itu, juga telah melakukan penyaluran mobiler, terdiri dari 957 set di tingkat SD dan 1.778 set di tingkat SMP.

“Secara bertahap kita akan penuhi kebutuhan sarana prasarana pendidikan secara merata dengan harapan kualitas pendidikan kita juga di Kota Palu bisa meningkat,” harapnya. (HAMID)