Delapan Pencuri Pupuk PT. SJA Jadi Tersangka

oleh
Konferensi pers terkait penetapan tersangka pencurian pupuk milik PT. SJA, di Mapolres Poso, Senin (23/09). (FOTO: MANSUR)

POSO – Pihak Polres Poso akhirnya menetapkan delapan tersangka kasus pencurian pupuk milik PT. Sawit Jaya Abadi (SJA) Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. Kedelapan tersangka tersebut masing-masing berinisial Iy, Yt, Fn, Jm, Yn, Lk dan Rd yang kesemuanya merupakan warga Desa Olumokunde serta Yd warga Desa Kamba Kecamatan Pamona Timur.

Mereka ditetapkan tersangka karena diduga terlibat secara langsung dalam kasus pencurian berencana pupuk milik PT. SJA pada pertengahan Juli 2019 lalu.

Dalam aksinya, pelaku yang sebagian merupakan warga dan juga bekerja di perusahaan itu mencuri pupuk perusahaan jenis NPK sebanyak 110 karung ukuran 50 kilogram, namun yang berhasil disita polisi sebagai barang bukti hanya 70 karung. Sementara 40 karung lainnya telah dijual dengan harga Rp4 juta.

Kasat Reskrim Polres Poso, AKP. Aji R. Nugroho, mengatakan, para pelaku tersebut, masing-masing berperan sebagai otak pencurian, penyedia kendaraan serta pembeli pupuk.

Menurutnya, untuk kasus pencurian pupuk, delapan tersangka terdiri dari dua Laporan Polisi (LP) mengingat waktu pencurian dan pelaku berbeda hari. LP pertama terjadi Sabtu 21 Juni dan LP kedua Jumat 22 Juni 2019.

Dia menambahkan, selain menetapkan delapan tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti berupa tiga unit mobil jenis pick up Suzuki, Toyota Hilux, Truk Hino serta  pupuk sebanyak 70 karung atau seberat 3,5 ton.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata dia, para tersangka mengakui perbuatannya, termasuk menjual sebagian pupuk hasil curian ke tempat lain dengan jumlah uang yang diterima mencapai Rp4 juta.

Humas PT SJA, Jon Taruli Tua Gultom, mengaku belum menerima laporan dari polisi terkait perkembangan kasus pencurian pupuk tersebut.

Menurutnya, kasus tersebut seluruhnya telah diserahkan kepada polisi  untuk diproses secara hukum atas perbuatan yang telah dibuatnya.

“Jadi secara kemanusiaan, pihak perusahaan telah memaafkan semua pelaku, namun karena ada unsur pidana maka kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum,” ujar Jon via telephone. (MANSUR)