Darmansyah, Sosok Dosen Muda Unisa yang Menginspirasi

oleh
Pengusaha muda yang juga dosen Unisa, Darmansyah saat menyampaikan materi pekan lalu di Warkop Fekon Unisa. (FOTO: MAL/IWANLAKI)

PALU – Era milenial saat ini,  banyak melahirkan pemuda tangguh yang menginspirasi banyak orang, khususnya kalangan remaja.

Darmansyah Ahmad adalah salah satunya. Sosok dosen muda Universitas  Alkhairaat (Unisa), telah banyak menginspirasi orang.

Pekan lalu, ia didaulat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unisa angkatan 43 kelompok 01 untuk menyampaikan seminar motivasi bagi mahasiswa dan dosen.

Pemilik empat toko ponsel dan komputer di Kota Palu, sekaligus dosen muda Program Studi Pendidikan Agama Islam Unisa itu diundang untuk berbagi tips kepada mahasiswa, bagaimana menjadi pengusaha muda sukses.

Alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Unisa itu mengawali kisahnya menggeluti dunia usaha sejak kuliah di semester tiga.

“Semester satu sampai dua, saya ngekos di Jalan Asam, tiap hari jalan kaki ke kampus. Semester tiga saya putuskan pindah di Jalan Tanjumbulu agar lebih dekat dengan kampus. Di situlah saya mulai merintis usaha jualan pulsa dengan mempekerjakan satu karyawan, saat saya masuk kuliah dia yang menunggui counter,” kisahnya.

Usahanya itu sempat terhenti saat turun KKN. Bersamaan dengan itu pula, rumah yang telah disulap jadi counter sudah habis masa kontraknya.

“Jadi pulang KKN saya tidak punya tempat tinggal. Sebulan numpang di rumah teman, kemudian saya beranikan diri kontrak rumah BTN di Palupi. Di situ saya banting setir membuka usaha jualan sayur dan ikan masak,” tuturnya.

Jebolan Magister Pendidikan Pascasarjana IAIN Palu ini mengatakan, untuk menjadi pengusaha muda yang sukses, harus  berani bermimpi dan mengubah mimpi  itu menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah saat ini saya sudah mampu mempekerjakan ratusan karyawan. Mereka tersebar di empat toko ponsel dan komputer RC Grup di Jalan Pue Bongo, RE Martadinata, MH. Thamrin dan Cik Ditiro. Sebagian mimpi saya sudah terwujud,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, menjadi pengusaha juga harus memiliki kepercayaan diri, pandai melihat peluang, berani mengambil keputusan, berani menerima risiko dan membangun jaringan.

Di sesi terakhir, Darmansyah menceritakan bahwa usahanya sudah berapa kali meraih penghargaan, bahkan dirinya dinobatkan sebagai pengusah muda tangguh milenial oleh Bank Indonesia.

“Selain itu, menjadi pengusaha juga mengalami banyak cobaan. Namanya bisnis yah pasti ada untung  ruginya,  maka sandaran kita adalah iman kepada Allah. Saya bukan sekali dua kali kena tipu, bahkan saya mendapat cobaan yang sangat berat dari Allah, saat usaha ini baru berusia tiga bulan istri saya dipanggil oleh Allah SWT, meninggalkan seorang putri kecil. Saya  sempat down tiga bulan mengurung diri di kamar, namun ibu saya memberikan motivasi agar saya bangkit,” ujarnya.

Saat musibah 28 September 2018, pengusaha juga mengalami kerugian yang tidak sedikit, termasuk dirinya.

“Toko kami dijarah. Semua ponsel raib, bahkan kasur, kulkas dan lainnya habis diangkut. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” tutupnya. (IWANLAKI)