Calhaj Sulteng Diingatkan Jaga Kekeluargaan

oleh
Suasana pembukaan manasik haji tingkat Kota Palu di lantai dasar Masjid Agung Palu, Kamis (19/07) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu melalui Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh, Kamis (19/07) mulai melaksanakan manasik haji tingkat kota. Kegiatan yang direncanakan selama dua hari berlangsung  di lantai dasar Masjid Agung Darussalam Kota Palu.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke, Kepala Kemenag Kota Palu H. Ma’sum Rumi, petugas-petugas kelompok terbang (kloter) dan  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) .

Di kesempatan itu, Ma’sum melaporkan bahwa kloter pertama Sulteng atau kloter 05 Embarkasi Balikpapan masuk di Asrama Haji Transit Palu tanggal 31 Juli 2018. Selanjutnya, kloter 06 hingg 09 menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) Provinsi Sulteng.

Kata dia, sesuai dengan komitmen, Kemenag akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal meningkatkan pelayanan kepada Calhaj. Salah satunya adalah memberikan pelayanan terbaik agar Calhaj yang mengikuti manasik merasa nyaman.

“Satu hal yang harus kita ketahui bersama, perbedaan yang sangat jauh antara jemaah haji yang sering mengikuti manasik dengan yang jarang atau tidak sama sekali. Maka kami sangat mengharapkan agar semua jemaah mengikuti dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Sementara Kakanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke, mengatakan, kegiatan manasik yang dilakukan sebanyak 10 kali, masing-masing delapan kali di tingkat kecamatan dan dua kali ditingkat kabupaten/kota. Hal itu merupakan salah satu upaya Kemenag untuk memantapkan pembinaan kepada calhaj. Terlebih sebelumnya, KBIH juga sudah melaksanakan pramanasik haji.

“Jemaah wajib mengikuti manasik ini karena dibiayai oleh dana setoran Rp38 juta itu,” terangnya.

Melihat Calhaj Kota Palu, Kakanwil merasa bersyukur karena masih banyak yang muda-muda, meski ada beberapa yang sudah tua.

“Harus disyukuri para jemaah yang sudah memiliki nomor porsi tahun ini, karena di Sulteng ini daftar tunggu sudah 17 tahun. Coba bayangkan kalau sekarang baru mendaftar berapa tahun kita baru bisa naik haji,” katanya.

Kakanwil berpesan kepada para jemaah agar terus menjaga kekompakan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Yang muda membantu yang tua dan yang tua menasehati yang muda, karena saat masuk dalam satu kloter, semua jemaah sudah menjadi satu keluarga. Sehingga, kata dia, ketua kloter, pembimbing, dan ketua regu harus saling kenal.

Di penghujung, Kakanwil juga menyampaikan kepada jemaah agar tidak khawatir sesat saat berada di tanah suci, karena inovasi pemerintah saat ini semua jemaah asal Indonesia harus menggunakan gelang sebagai simbol masing-masing daerah atau setiap kloter.

“Jaga baik-baik itu gelang, karena itu inovasi dari Pak Menteri yang luar biasa. Tidak boleh hilang, sebab jika terjadi musibah, petugas kita bisa mendeteksi,” tandasnya. (YAMIN)