Caleg Terpilih di Poso Dilaporkan Pakai Ijazah Palsu

oleh
Sekretariat Bawaslu Kabupaten Poso. (FOTO: MANSUR)

POSO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Poso menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengatasnamakan Dewan Pengawas Teritorial dan Komunitas Pengawas Korupsi, terkait dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan salah satu calon anggota legislatif (caleg) terpilih di daerah itu.

Caleg terpilih yang dimaksud berasal dari Partai Golkar yang maju sebagai calon anggota DPRD Poso dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Poso Pesisir, bernama Agustin Sigilipu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Poso, Abdul Malik Saleh, di ruang kerjanya, Jumat (23/08), membenarkan adanya laporan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut.

Menurutnya, laporan itu masuk ke Bawaslu pada hari Rabu (21/08) lalu. Dalam isi surat laporan itu, pihak pelapor menjelaskan beberapa poin, di antaranya foto terlapor yang ada dalam ijazah yang tidak mengenai cap sekolah, nama yang ada di dalam ijazah tersebut terlalu besar dan tidak sesuai dengan ijazah pembanding lulusan angkatan tahun 1988/1989 serta nama orang tua yang berbeda antara yang tertera di ijazah dan kartu keluarga.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menindaklanjuti laporan itu dengan menyurati ke pihak yang bersangkutan, sekolah dan KPU Poso.

“Kepala sekolah sudah saya mintai klarifikasi. Tapi mengenai hasil klarifikasi belum bisa saya sampaikan ke publik karena proses ini masih berlangsung. Intinya, Bawaslu tetap professional dalam setiap melaksanakan tugas. Setelah kepala sekolah, selanjutnya kita agendakan dari pihak KPU dan terakhir klarifikasi dari Ibu Agustin Sigilipu,” ujar Malik.

Saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Agustin Sigilipu membantah dengan tegas adanya penggunaan ijazah palsu saat pendaftaran caleg lalu.

Menurutnya, ijazah yang dilampirkan ke KPU saat pendaftaran adalah asli sesuai yang dikeluarkan pihak SMU Negeri 1 Poso. Ia mengaku menimba ilmu di sekolah tersebut selama 3 tahun, angkatan 1988/1989.

“Informasi itu tidak betul. Kalau mau menambah informasi soal ijazah itu, silahkan tanya kepada teman-teman saya yang sekarang masih banyak dan ada di Poso,” tegas Agustin. (MANSUR)