Bupati “Deadline” Penanganan Teroris Tuntas Tahun Ini

oleh
Kedatangan pasukan elit dari Satuan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Aman Tinombala 2019, di Bandar Kasiguncu Poso. (FOTO: MAL/MANSUR)

POSO – Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu berharap kepada pihak TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Aman Tinombala 2019, agar secepatnya menuntaskan keberadaan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) warisan Santoso alias Abu Wardah.

Penegasan tersebut disampaikan, menyusul diterjunkannya kembali ratusan personil TNI-Polri ke wilayah Poso untuk mengejar 14 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berada di bawah komando Ali Kalora.

Bupati Darmin, kepada MAL, Jumat (11/01), mengaku bersyukur atas kehadiran pasukan  TNI-Polri yang ditugaskan untuk memburu 14 DPO itu.

Menurutnya, dengan masuknya pasukan TNI-Polri, persoalan terorisme yang ada di Poso, khususnya dari gangguan kelompok Ali Kalora Cs yang dari waktu ke waktu terus bertambah, segera dituntaskan.

“Dengan harapan, penuntasannya bisa selesai tahun ini,” ungkapnya.

Ditanya mengenai dampak yang ditimbulkan dengan masih adanya isu terorisme yang berkepanjangan di wilayah Poso, menurutnya, jika dilihat dari sektor pembangunan sama sekali tidak terganggu. Terbukti dalam 3 tahun masa kepemimpinannnya kondisi pembangunan di Poso berjalan dengan baik.

Sebab menurutnya, lokasi kejadian dan wilayah operasi pengejaran oleh Satgas, berada jauh dari pusat kota sehingga tidak pula mempengaruhi aktivitas roda pemerintahan setempat.

Namun diakuinya, adanya kelompok tersebut, image yang ada dan ditimbulkan sangat berdampak terhadap sektor parawisata, khususnya wisatawan mancanegara.

Dia juga berharap, persoalan perburuan serta penyelesaiaan sisa DPO, tidak hanya di Poso, melainkan juga secara keseluruhan di Sulteng, seperti wilayah Parigi Moutong, tempat para DPO selama ini beraksi.

Dia juga meminta agar seluruh pasukan yang diterjunkan, sudah dibekali oleh pimpinan masing-masing sehingga bisa berbaur dengan masyarakat di lokasi mereka ditugaskan, agar mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan meninggalkan kesan yang selalu dirindukan masyarakat, bukan justru sebaliknya.

Sebelumnya, berlarut-larutnya operasi pengejaran para DPO, membuat anggota DPRD Kabupaten Poso, Muhaimin Yunus Hadi angkat bicara. Dia pun mendesak pihak TNI agar segera mengambil alih operasi pengejaran Ali Kalora Cs.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, desakan itu merupakan suara warga Poso.

Dia menilai, kendali operasi penuntasan kelompok teroris di Poso yang selama ini dikendalikan unsur Polri melalui Operasi Aman Tinombala belum maksimal, sehingga hasilnya bukannya mengurangi jumlah DPO, tetapi malah bertambah. (MANSUR)

 

loading...