Bulog Pastikan Stok Logistik di Sulteng Aman

oleh
Seorang pekerja mengangkut karung beras saat melakukan bongkar muat di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/7).(ANTARA FOTO)

PALU – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulteng memastikan stok logistic masih sangat aman menjelang Hari Raya Idhul Adha 1440 Hijriah.

Menurut Kepala Perum Bulog Divre Sulteng, Miftahul Ulum, dua hari lalu, persediaan di Sulteng masih mencukupi hingga enam bulan ke depan.

Ia menyebutkan, ketersediaan kebutuhan masyarakat seperti gula, minyak goreng, tepung, beras dan daging beku tak perlu dikhawatirkan.

Dia menambahkan, pihaknya akan membantu Pemprov Sulteng dalam menstabilkan harga-harga bahan pokok jelang maupun pasca Hari Raya Idul Adha nanti.

“Kalau terjadi kenaikan harga, kita siap melakukan sidak ke sejumlah pasar,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Ulum, pada musim panen tahun 2019, Bulog Sulteng ditargetkan dapat menyerap beras petani hingga 32 ribu ton. Namun, hingga bulan kedua pada semester II, pihaknya baru dapat menyerap sekitar 43 persen atau setara dengan 13.500 ton.

Padahal, kata dia, disbanding target musim panen 2018, target tahun ini justru menurun. Tahun lalu, Bulog Sulteng ditarget membeli beras petani sebanyak 50.000 ton, namun realisasinya juga di bawah 50 persen.

“Meskipun begitu, kita tetap menargetkan pada musim panen kedua di semester dua nanti, kita dapat menyerap hingga 100 persen sehingga dapat memenuhi target nasional,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang menjadi penyebab tidak terpenuhinya target di tahun sebelumnya dan kemungkinan juga terjadi tahun ini, yakni kekeringan di sejumlah daerah di Sulteng.

Padahal, kata dia, daerah-daerah tersebut merupakan lumbung terbesar penghasil beras di wilayah Sulteng, seperti Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.

“Namun hingga kini kita tetap menerima pemasukan dari setiap daerah sekitar 50 ton per hari karena wilayah Poso dan Luwuk itu kemungkinannya masih turun hujan di siang hari,” tambahnya.

Adapun faktor lain yang mempengaruhi daya serap Bulog yaitu beberapa provinsi tetangga seperti Gorontalo dan Manado juga memiliki minat yang begitu tinggi terhadap kualitas beras asal Sulawesi Tengah. (FALDI)