Buka Prodi Biomedical Sains, Unisa Temui Kopertis Pekan Ini

oleh
Rektor Unisa, Dr H Hamdan Rampadio menyampaikan sambutan pada kegiatan pengambilan janji sarjana kedokteran periode XVIII dan pengambilan sumpah dokter periode VII, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (04/07). Nampak para Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, salah satunya drg Lutfia Sahabuddin. (FOTO: MAL/RIFAY)

PALU – Pimpinan Universitas Alkhairaat (Unisa), Jumat pecan ini, akan memenuhi undangan Kopertis Wilayah IX dalam rangka membicarakan pembukaan program studi (prodi) baru di Fakultas Kedokteran (FK), yakni Prodi Biomedical Sains.

Biomedical Sains merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan prinsip dasar dan pengetahuan ilmu alam (biologi, kimia dan fisika) untuk menjelaskan fenomena kehidupan pada tingkat molekul, sel, organ dan organisme, dalam kaitannya dengan penyakit serta mencari dan mengembangkan bahan yang cocok untuk mencegah dan mengobati kerusakan karena penyakit.

Jika Biomedical Sains sudah dibuka, maka Fakultas Kedokteran Unisa akan ketambahan satu prodi baru, melengkapi dua prodi lainnya yang ada saat ini, yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Profesi Kedokteran.

“Insya Allah kalau minggu ini sudah ada kepastian dari Kemenristekdikti, maka tahun ini juga kita sudah menerima mahasiswa baru untuk prodi baru dari Fakultas Kedokteran,” kata Rektor Unisa, Dr Hamdan Rampadio pada kegiatan pengambilan janji sarjana kedokteran periode XVIII dan pengambilan sumpah dokter periode VII, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (04/07).

Dia berharap adanya dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan rencana tersebut guna memenuhi kebutuhan analis laboratorium yang masih langka di Sulteng ini.

“Insya Allah dengan dukungan semua pihak, perguruan tinggi ini akan semakin berkembang. Obsesi kita, jangan terlalu lama Fakultas Kedokteran sudah bisa meraih akreditas A,” harapnya.

Kepada para alumni, dia juga berpesan agar terus belajar sepanjang hayat (long live education).

“Nabi berpesan tuntutlah ilmu dari ayunan sampai di liang lahat. Bahkan kalau mau professional nabi berpesan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, ketika saat itu peradaban Cina sudah maju,” tambahnya.

Dia menekankan, para alumni jangan berpikir setelah jadi dokter lalu berhenti belajar. Menurutnya, jangan pernah berhenti mempelajari teori-teori kedokteran, mengingat jenis penyakit yang begitu cepat berkembang, bahkan kadang yang muncul belum ada literature di ilmu kedokteran yang bisa menanganinya.

“Untuk penyakit yang sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatannya, tetapi dengan inovasi dan penelitian secara rutin, Insya Allah ada dokter yang bisa menemukan jenis obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu, dan kita harap dia adalah alumni Universitas Alkhairaat,” tutupnya.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Unisa, dr Mukramin Amran mengatakan, salah satu hasil dari perbaikan struktur, administrasi, sarana dan prasarana yang dilakukan di Fakultas Kedokteran, maka saat ini sudah banyak mahasiswa yang bisa menyelesaikan studi tepat waktu, dengan hasil yang memuaskan.

“Kita juga sudah terakreditas B, artinya merupakan Fakultas Kedokteran yang bernilai baik dan tentunya ini akan kita pertahankan dan akan ditingkatkan lagi kedepan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, mengenai kuota, pihaknya bisa saja menerima mahasiswa baru sampai 100 orang atau lebih.

“Namun sekarang ini maupun kedepannya, kami terfokus pada kualitas, bukan kuantitas saja. Dan sekarang terlihat lulusan-lulusan kami cukup handal di mata Dikti, kalau tidak salah di peringkat 29 di antara sekian banyak fakultas kedokteran yang ada. Jadi apa yang diisukan diluar itu tidaklah benar. Namun kita tetap akan berusaha sehingga isu-isu yang minor itu hilang dengan sendirinya,” imbuhnya.

Kegiatan pengambilan janji kemarin diikuti 21 Sarjana Kedokteran yang resmi menyandang S.Ked. Sementara pengambilan sumpah diikuti 10 orang yang resmi menyandang gelar dokter dan siap diterjunkan ke masyarakat. (RIFAY)