BMKG Mengaku Tak Mengirimkan Peringatan Tsunami Kepada Wali Kota

oleh

PALU- Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Palu Angkat Bicara terkait adanya Tudingan bahwa lembaganya disebut sebut telah mengirimkan surat Peringatan Tsunami sebelumnya kepada Wali Kota Palu sebelum terjadinya Gempa bumi yang disusul dengan terjangan Tsunami yang terjadi Pada Jumat (28/10) Pukul 18.02 Petang “ Warning baru kita Keluarkan pada saat usai Gempa dengan Magnitudo 7,7 SR, Jadi berdasarkan amanat Undang Undang nomor 31 kami diberikan waktu 5 menit untuk memberikan Informasi,tetapi pada saat Informasi itu keluar Tsunami sudah Terjadi, Kata Kepala Kepala BMKG Kota Palu Cahyo Nugraha dua hari lalu

Disamping itu Cahyo juga mengaku bahwa saat Gempa tersebut pihaknya telah kehilangan Power sebagai alat Komunikasi sehingga Informasi yang dikirim dari Jakarta itu Telat ” Rata rata Provider yang digunakan di BMKG Pusat itu menggunakan jaringan Telkomsel jadi tidak Sampai kesini.ucapnya

Dia menjelaskan terkait adanya informasi yang dikeluarkan oleh BMKG pada kejadian Gempa di Sirenja Kab Donggala Pada Jumat (28/10) Pukul 15.00 (Waktu Palu) dengan Magnitudo 5,9 SR, baik kepada Pemprov dan Pemkot itu masih bersifat Informasi terjadi nya Gempa Bumi dan belum ada Warning, “ Memang, Syarat kita untuk mengeluarkan pemberitahuan Tsunami itu yakni Gempanya harus berkekuatan diatas 7 sedangkan Gempa bumi yang terjadi di Sirenja itu masih 5,9 SR.sebutnya

Cahyo juga mengaku bahwa sesaat setelah usai Gempa di Sirenja itu dirinya telah memerintahkan personilnya untuk melakukan pengecekan seberapa besar kerusakan yang terjadi disana, karena waktu itu kondisi diKota Palu masih normal seperti biasa,”Jadi tidak ada kita langsung melapor ke Pak Wali memberitahukan akan terjadi Tsunami,Tegasnya.(HAMID)

loading...