BKSDA Sulteng Akui Ada Aktivitas Jual Beli Penyu Hijau

oleh
Salah satu penyu hijau yang berhasil disita oleh BKSDA Sulteng beberapa waktu yang lalu. (FOTO : MAL/Faldi)

PALU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng tak menampik adanya aktivitas jual beli salah satu satwa yang dilindung, yakni penyu hijau.

Menurut Kasubag TU BKSDA Sulteng, Mulyadi Joyomartono, di Palu, Rabu (05/12), aktivitas tersebut sudah diketahui sebelum adanya penangkapan tiga pelaku penangkap penyu hijau di wilayah Parigi Moutong.

“Dijualbelikan hingga keluar daerah. Bahkan di sana juga mereka sajikan di warung makan dengan menu sate penyu,” ujarnya.

Mulayadi mengatakan, sebelumnya pihak BKSDA Sulteng telah menerima laporan dari tim investigasi yang tidak sengaja melintas di daerah Torue dan melihat penyu hijau dalam jumlah cukup banyak.

“Jadi saat informasinya sudah A1 dan kita akan melakukan penggrebekan, tapi informasi tersebut bocor dan kami tidak menemukan apa-apa. Barulah saat ini ketika kita melakukan pengembangan dan hasilnya tiga pelaku beserta 10 ekor penyu hijau berhasil kita amankan,” sebutnya.

Untuk proses selanjutnya, penyu-penyu hijau itu akan dilepasliarkan kembali setelah pihak BKSDA Sulteng mendapatkan petunjuk dari bagian Penegakan Hukum (Gakum).

Sebelumnya, BKSDA Provinsi Sulteng berhasil mengamankan 10 ekor penyu hijau yang diduga dikurung oleh warga di Kabupaten Parigi Moutong.

Ketiganya ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) melalui Operasi Tumbuhan dan Satwa liar.

Mereka ditangkap di dua TKP, masing-masing MD, DA dan GS di Desa Torue Barat, Kecamatan Torue dan di Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi. (FALDI)

 

loading...

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Belajar Menulis dan Menulis untuk Belajar