BKKBN Sulteng Gelar Pidato Kependudukan dan Karya Tulis

oleh
Salah satu peserta tampil berpidato di ruang Pola Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Kamis (22/03). (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng menggelar lomba pidato kependudukan dan karya tulis bagi pelajar SMA se-Sulteng. Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Pola, Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Kamis (22/03).

Kegiatan lomba kali ini diikuti 37 peserta lomba pidato dan 11 lainnya mengikuti lomba karya tulis.

Para peserta berasal dari SMA Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.

Peserta yang berprestasi pertama dari dua cabang lomba itu akan dikirim ke BKKBN Pusat untuk mengikuti seleksi lomba tingkat nasional yang akan menghasilkan 5 peserta terbaik dari 33 provinsi.

Kegiatan itu dilaksanakan, dalam rangka menumbuhkembangkan pemahaman para remaja atau generasi muda tentang arti penting program kependudukan.

“Dengan harapan agar melalui lomba seperti ini, para remaja bisa lebih memahami apa yang dimaksud BKKBN tentang program kependudukan. Selain itu dapat menambah wawasan dan pemahaman para remaja,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma.

Dia menambahkan, inti kegiatan itu dimaksudkan dapat melahirkan remaja sebagai motivator bagi rekan sebayanya, remaja yang berkompeten di bidang kependudukan dan remaja yang peduli terhadap kondisi kependudukan Indonesia. Tentunya, memiliki minat dan kemampuan menjadi motivator sebagai agen perubahan dalam membangun bangsa melalui program kependudukan.

“Inilah harapan kita, bagaimana remaja memahami tentang pentingnya program kependudukan dalam membangun bangsa ini menjadi berkualitas dan berdaya saing, yang salah satunya melahirkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera dan berkualitas,” urainya.

Abdullah juga sangat mengharapkan agar para peserta lomba pidato dan lomba karya tulis dapat mengaplikasikan ilmunya sebagai sumbangsih terhadap pembangunan.

Dia mengakui, sejauh ini sangat sulit mengajak remaja dalam menumbuhkan sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggungjawab terhadap masalah kependudukan. Tapi menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah tantangan dan terus berupaya mencari solusi dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada.

Ketua Panitia, Yulianti  mengatakan, untuk membangun kesadaran generasi remaja terhadap program KB, pihak BKKBN melakukan peningkatan kerjasama dengan sekolah-sekolah melalui program pendidikan kependudukan.

“Jadi membangun jaringan komunitas pendidikan kependudukan bagi generasi muda yang tujuannya untuk mencetak figur-figur yang  dapat menjadi agen perubahan di bidang program kependudukan,” kata Yulianti. (YAMIN)