BKKBN Siapkan 342 PIK-R di Sulteng

oleh
Gedung BKKBN Sulteng. (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU – Masa remaja adalah usia penentu bagi masa depan kehidupan. Dalam usia itu remaja  akan melalui lima masa transisi dalam kehidupannya. Mulai dari sekolah, mencari kerja, hidup berkeluarga, menjadi anggota masyarakat dan mempraktekkan hidup sehat. Sebelum akhirnya berkeluarga, remaja perlu mengetahui cara melalui masa-masa transisi itu.

Demikian dikatakan Sekretaris Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng, Andi Kameriah, mewakili Kepala perwakilan, membuka GenReward 2018, dua hari lalu di salah satu hotel di kota Palu.

Kata Andi Kameriah, informasi seputar perencana kehidupan bagi remaja bisa didapat melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Untuk itu, Perwakilan BKKBN Sulteng telah membentuk sedikitnya 342 PIK-R, lembaga itu dibentuk dari dan oleh remaja sendiri, baik dari jalur pendidikan maupun kemasyarakatan.

“Jalur pendidikan tersebar di SLTP hingga perguruan tinggi, sedang jalur kemasyarakatan terdapat di organisasi agama, pemuda dan organisasi pemuda,”terangnya.

Selanjutnya kata dia,  PIK di tingkat keluarga terdapat yang namanya wadah Bina Keluarga Remaja (BKR). BKR sendiri saat ini sudah sebanyak 426 BKR yang sudah tersebar di kabupaten kota se- Sulteng.

Keberadaan PIK R dan BKR diharapkannya, menjadi wadah penggelora program Generasi berencana (GenRe), dengan fokus utama mengajak remaja untuk menunda usia perkawinan atau mencegah pernikahan usia remaja.

“Dalam pandangan BKKBN, usia ideal pernikahan remaja untuk laki-laki adalah 25 tahun dan 21 tahun bagi perempuan, usia tersebut remaja dinilai sudah siap secara mental, fisik ekonomi dan sosial untuk berumah tangga. Karena sesungguhnya berumah tangga itu berat, takkan kuat jika tak direncanakan,”katanya.

Ditambahkannya, berdasarkan sensus Susenas tahun 2015, usia kawin pertama (UKP) di Sulteng telah mencapai 20,19 tahun. UKP terendah berada di Kabupaten Parigi Moutong yakni 19,74 tahun dan tertinggi di Kota Palu yaitu 21,20 tahun.

Sedangkan age spesifik fertility rate (ASFR) atau rata-rata angka kelahiran menurut kelompok umur 15-19 tahun masih cukup tinggi 47,87 yang artinya dari 1000 perempuan yang melahirkan, terdapat 47 sampai 48 diantaranya perempuan dengan umur 15 sampai 19 tahun.

ASFR terendah kata dia berada di Kota Palu yaitu 14,1. Sedangkan ASFR paling tinggi terdapat di Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu 89,56.

“Ini menjadi tantangan kita bersama untuk lebih giat dan maksimal mempromosikan serta sosialisasi program Genre,”ujarnya.

Oleh karena itu  pembinaan generasi muda bukanlah tugas BKKBN semata, tetapi perlu mendapat dukungan dinas, instansi, LSM. Utamanya dinas keluarga berencana dan dinas pendidikan.

BKKBN yang menjadi bagian pemerintah, sebut Andi akan terus mengajak untuk menyatakan perang pada tiga isu besar. Yaitu perang terhadap menikah usia muda, seks pranikah dan narkotika, psikotropika serta zat adiktif lainnya. (YAMIN)