Bentuk Formadiksi, Mahasiswa Unisa Siap Bersaing di On-MIPA

oleh
Warek Bidang Kemahasiswaan Unisa, Dr. Ahmadan B. Lamuri saat membuka Mubes Formadiksi I di Kampus FKIP Unisa, Jalan Karanjalembah, pekan lalu. (FOTO: MAL/IWANLAKI)

PALU – Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi Universitas Alkhairaat (Unisa), membentuk organisasi yang dinamai Forum Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Unisa (Formadiksi).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unisa, Dr. Ahmadan B. Lamuri menyambut positif pembentukan wadah berhimpun para penerima beasiswa bidikmisi tersebut. Selain sebagai sarana silaturahim, juga menjadi ajang mengasah kemampuan berorganisasi.

“Organisasi semacam ini penting sebagai wadah pengembangan minat dan bakat kalian untuk menambah wawasan keilmuan. Namun ingat jangan terlena dengan organisasi. Camkan di hati kalian mahasiswa penerima beasiswa, bahwa pemerintah memberikan bantuan untuk digunakan tepat sasaran, sukses studi tepat waktu,” tegas Ahmadan saat membuka Mubes Formadiksi I  di Kampus FKIP Unisa, Jalan Karanjalembah, pekan lalu.

Mantan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) itu juga meminta mahasiswa agar mendesain waktu, dengan melakukan perencanaan yang matang dan tidak terlena dengan organisasi ekstra yang menyita waktu dan tenaga.

Dia juga menekankan kepada mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi agar meningkatkan prestasi akademik, meningkatkan prestasi amaliyah dan prestasi ahlak.

“Mahasiswa bidikmisi itu selain jago organisasi juga indeks prestasi kumulatifnya harus di atas 3,00. Amaliyah maksudnya rajin shalat, patuh pada orang tua, akhlaknya harus baik. Ini juga dicontohkan oleh Guru Tua,” ujar Ahmadan sambil mengutip salah satu syair Guru Tua tentang Ilmu dan Ahlak.

Senada dengan Ahmadan, Dekan FKIP Unisa, Idrus Aljufri juga mengingatkan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi agar belajar dengan giat dan menggunakan dengan baik amanah yang telah diberikan pemerintah.

“Gunakan bantuan beasiswa ini sesuai dengan peruntukannya, bukan untuk foya-foya atau ada yang malas kuliah. Ingat, kalian adalah yang terbaik, yang terpilih. Masih banyak mahasiswa di luar sana yang ingin seperti kalian, tapi mereka belum memiliki kesempatan. Jadilah mahasiswa yang pandai bersyukur dan tidak mudah melupakan jasa orang lain,” kata Idrus.

Salah seorang mahasiswa penggagas terbentuknya Formadiksi, Iis Hartati, mengatakan, forum itu dibentuk sebagai wadah komunikasi yang efektif dalam menjalin keakraban sesama mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Unisa.

Ketua Pengelola Beasiswa Unisa, Ridwan Laki, juga menyambut positif terbentuknya wadah ini.

“Dengan terbentuknya wadah ini, maka lebih memudahkan kami menjalin komunikasi dengan mahasiswa karena banyak sekali kegiatan dari Kementerian Ristekdikti melalui LLDIKTI  yang harus diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi,” katanya.

Hari ini, Senin (25/03), dua mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi atas nama Iis Hartati dari Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP dan Nurul Syafiqa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, bertolak ke Makassar mengikuti Olimpiade Matematika dan Sains (ON-MIPA) di Makassar tanggal 26-27 Maret 2019, dilanjut dengan Workshop Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tanggal 30 Maret di LLDIKTI.

Keduanya didampingi Dosen Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Asrawaty. (IWANLAKI)