Basarnas Palu Dapat Tambahan Kapal Patroli Laut

oleh
KN SAR Bhisma milik Kantor Basarnas Palu berlayar menuju Pelabuhan Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, guna mendukung patroli laut dan operasi SAR di perairan provinsi tersebut, Ahad (2/6). (DOK.Basarnas Palu)

Palu – Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas Palu), mendapat tambahan satu armada laut, yakni kapal KN SAR Bhisma untuk mendukung kegiatan operasi SAR di wilayahnya.

Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano, mengatakan, kapal berukuran 40 meter itu didatangkan dari Kantor SAR Tanjungpinang untuk misi kemanusiaan di Sulteng.

“Setelah penyerahan secara resmi, KN SAR Bhisma langsung bertolak dari Dermaga Sekupang, Batam, ke Dermaga Basiri, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dari Banjarmasin ke Pelabuhan Murhum, Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dan berakhir di Pelabuhan Luwuk Banggai,” Ujar Basrano, Ahad (2/6) di Kota Palu.

Kata Basrano, kehadiran KN SAR Bhisma merupakan keseriusan pemerintah melalui Badan SAR Nasional dalam memberikan bantuan kemanusiaan, khususnya pencarian dan penyelematan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satunya Sulawesi Tengah.

Menurutnya, kapal tersebut akan ditempatkan di perairan bagian timur Sulteng, tepatnya di Pelabuhan Luwuk Banggai, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah kerja Basarnas, termasuk memantau arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijrah atau 2019 di Sulteng.

“Mudah-mudahan ketambahan armada laut memberikan kekuatan baru di perairan Sulteng. Kami ingin pemerintah setempat kiranya dapat memberikan akses untuk pangkalan/dermaga sehingga dapat mempercepat dan mempermudah respons time dalam melaksanakan tugas jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” Katanya.

KN SAR Bhisma dilengkapi dengan peralatan sea rider/rib, water canon untuk pemadam kebakaran. Selain itu juga dilengkapi teknologi terkini dengan sistem navigasi yang modern dan sistem komunikasi berbasis sattelite.

KN SAR adalah kapal buatan Batam, terbuat dari bahan aluminium yang kuat dan efektif dan mampu melaju hingga 26,5 knot, stabil pada cuaca/ombak tinggi guna mendukung kegiatan patroli laut di perairan Sulteng.(ANT)