Bank Sampah Emas Pegadaian Syariah Kirim 30 Ton Sampah Cacahan ke Surabaya

oleh
Kepala Pegadaian Syariah Palu H. Anwar Hidayat bersama pegiat Bank Sampah. (FOTO: IST)

PALU- Animo masyarakat dengan program Bank Sampah Emas oleh Pegadaian Syariah Palu Plasa terbilang postif. Bahkan sampai saat ini, Bank Sampah ini mengirim sekira 30 ton sampah cacahan ke Surabaya.

“Alhamdullah sejak dimulai pada bulan Maret 2019 lalu,  berdasarkan data terakhir perhari ini kita sudah megirimkan sebanyak 30 ton ke Surabaya, dalam bentuk sampah yang telah dicacah pada kurun waktu enam bulan terakhir. Di mana pengiriman itu secara rutin terus dilakukan,” ungkapnya, Kepala Pegadaian Syariah Palu H. Anwar Hidayat kepada MAL saat kegaiatan Lauching Bank Sampha dikelurahan Ujuna Pada Selasa (10/9) siang Tadi.

Bank sampah yang berada di Jalan Keramik, Kelurahan Duyu, Kota Palu itu, sampai dengan hari ini sudah banyak bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Serta berbagai elemen masyarakat di sejumlah kelurahan, seperti  Selasa kemarin, melaksanakan M0U dengan pihak RT 04 RW 02 Kelurahan Ujuna.

“Jadi Dalam rangka membantu pemerintah kota Palu dalam menangani persoalan kebersihan atau sampah, maka  salah satu program dari Pegadaian Syariah yakni membentuk Bank Sampah. Dalam hal ini Bank Sampah yang kemudian ditabung menjadi Emas,” kata Anwar.

Konsep Bank Sampah ini adalah, masyarakat mengumpulkan plastik dan kertas lalu dibawa ke Bank Sampah. Sampah dapat juga dijemput oleh petugas Bank Sampah. Kemudian ditimbang, hasil dari timbangannya akan dirupiahkan. “Kemudian dari Rupiah yang ada akan dimasukan dalam buku tabungan emas,” jelasnya.

Terkait program ini pihak Pegadaian Syariah, memberikan  suport bagi masyarakat yang mau membuka tabungan emas. Khusus untuk Bank Sampah akan digratiskan dari biaya administrasi.

“Jadi, kalau membuka tabungan emas secara umum itu biasanya nasabah akan dikenakan biaya adminidtrasi sebesar Rp 50 ribu. Namun khusus program Bank Sampah Emas ini, semua akan digratiskan sebagai bentuk suport kepada warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan untuk Proses Bank Sampah provinsi Sulteng terpusat di  Duyu,  namun  untuk pengembangannya telah membentuk anak anak cabang.

Dengan begitu masyarakat yang berkeinginan membuka Bank Sampah, bisa menghubungi pusat Bank Sampah yang ada di Duyu dan akan dibuatkan format  kerjasamanya, termasuk menyusun struktur yang berada di bawah naungan dari Bank Sampah Pusat.

Anwar menambahkan, Bank Sampah  di Kota Palu sebagai pilot project. Sejauh ini beberapa kabupaten sudah menghubungi  Pegadaian Syariah meminta dibukakan cabang.

Menurut Anwar bahwa sejak Bank Sampah ini mulai beroperasi, animo masyarakat sangat luar biasa, Sebab manfaatnya bukan dari sisi ekonomi semata, tapi terhadap upaya menuju Kota Palu yang bersih.

Anwar menambahkan, bahwa dari perkembangan yang ada sampai hari ini bank Sampah yang ada bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat pasca bencana.

“Perlu diketahui bahwa di depan lokasi bank Sampah yang ada di kelurahan Duyu itu tepat berhadapan dengan Lokasi Huntara. Olehnya warga yang berada di Huntara tersebut saat ini telah memanfaatkan situasi itu, dengan turut serta memilah sampah yang ada pada bank sampah di waktu senggang mereka.  Hal ini telah menjadi salah satu upaya mereka untuk menambah penghasilan keluarga,” bebernya

Menurutnya ni adalah salah satu tujuan dari BUMN untuk membantu pemerintah dalam upaya mensejahterakan Masyarakat. Selain itu sebagai salah satu alternatif penghasilan warga, dalam memulihkan perekonomian Pasca Bencana. (HAMID)