Baliho 01 Tutupi Spanduk 02, Berakhir di Mediasi Bawaslu

oleh
Proses penyelesaian sengeketa antar peserta pemilihan baik 01 dan 02, yang dimediasi oleh Panwascam Torue. (Foto: MAL/MAWAN)

PARIMO- Badan Pengawas Pemilihan Umum, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah,  memediasi penyelesaian sengketa antar peserta pemilihan baik Paslon 01 dan 02 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng. Mediasi ini dilaksanakan oleh jajaran Panwascam Torue, menghadirkan kedua bela pihak yang bersengketa, Selasa (14/10) malam.

Sebagaimana laporan yang dimasukkan oleh Tim Paslon 02 (Rusdi Mastura-Ma’mun Amir) sebagai pemohon dan termohon adalah 01 (Hidayat Lamakarate-Batolemous). Laporan yang dimasukan berupa baliho termohon menutupi spanduk pemohon yang terpasang di pagar milik warga.

Koordinator Devisi Sengketa, Muhammad Rizal, menuturkan berdasarkan UU 10 tahun 2016 dan peraturan Bawaslu nomor 2 tahun 2020 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota.

“Berdasarkan aturan itu, serta kami berikan mandat kepada jajaran bawah untuk menyelesaikan persoalan antar peserta,” jelasnya.

Ia mengatakan, penyelesaian sengketa pada pemilihan ini, Parimo merupakan Kabupaten pertama di Sulawesi tengah yang memediasi sengketa antar peserta pemilihan.

“Dalam penyelesaian kedua belah pihak berdamai. Kemudian pihak termohon, diperintahkan untuk memindahkan baliho agar tidak menghalangi spanduk yang lebih dulu ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyelesaian sengketa dilakukan selama tiga hari, terhitung sejak adanya laporan dimasukkan kepada pihaknya.

“Kami melakukan sidang cepat untuk menyelesaikan persolan yang bersengketa baik paslon 01 dan 02,” tutupnya. (MAWAN)

Iklan-Paramitha