Badan Geologi Launching Atlas Zona Kerentanan Likuifaksi

oleh
Sekprov Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate bersama Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar saat menjadi narasumber diskusi interaktif likuifaksi, di peluncuran atlas zona kerentanan likuifaksi di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (09/10). (FOTO: IST)

PALU – Kementerian Energi  dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi, secara resmi meluncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuifaksi di Indonesia. Informasi Kegeologian ini merupakan atlas peta pertama kelikuifaksian  yang diluncurkan.

Peluncuran dilakukan Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar yang diserahkan kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Hoh. Hidayat Lamakarate, Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN Sufrijadi, dan Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Kementerian PPN/Bappenas Velix Vernando Wanggai di Palu, Rabu (09/10).

Rudy mengatakan, cukup banyak femomena likuifaksi yang terjadi di Indonesia, sehingga kejadian di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, 28 September 2018 lalu bisa mengingatkan bangsa ini betapa informasi ancaman bahaya dan kerentanannya menjadi penting bagi pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, juga masyarakat umum.

Rudy menyampaikan, peluncuran peta itu bertujuan untuk memberi gambaran daerah-daerah yang miliki kerentanan terhadap likuifaksi di Indonesia.

“Dengan diluncurkannya peta zona ini, saya berharap upaya-upaya mitigasi bencana dapat ditingkatkan,” pesannya.

Di kesempatan itu, Sekprov Sulteng, Moh. Hidayat berharap, dengan peluncuran itu, bisa menjadi acuan ilmiah dalam penetapan zona bahaya, siaga dan aman. Namun yang tidak kalah penting, menurutnya, bagaimana upaya mempublikasikan informasi itu kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti sebagai bahan mitigasi.

Usai launching, kegiatam dilanjutkan dengan diskusi interaktif likuefaksi yang mengangkat tema “Mengenal Likuifaksi dan Menyelaraskan Kehidupan di Atas Potensi yang Ada”.

Peluncuran Atlas Zona dan Talkshow ini dihadiri Perwakilan Pemerintah Daerah Sewilayah Sulawesi, Pemerintah Wilayah Padagimo, para peneliti,konsultan, dan lembaga lintas sektor terkait. Kegiatan ini juga nantinya akan di isi dengan Fieldtrip Likuefaksi yaitu kunjungan  lokasi likuefaksi Balaroa. (YAMIN)