Ansor Sulteng Akan Seret Penyebar Kebencian Sampai Pengadilan

oleh

PALU – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tengah, Alamsyah Palenga dengan tegas menyatakan akan melaporkan kasus ujaran kebencian yang diarahkan kepada Banser.

Sikap tegas ini diungkapkan Alamsyah ketika ditanya mengenai sikapnya terkait screenshot judul berita serupa media online bertajuk “Gus Yaqut: Kami NKRI dan Kami Tidak Takut ke Papua. Tapi Maaf Anggaran Tidak Ada dari Pemerintah” yang diunggah dari akun Facebook (FB) atas nama Andi Setiyawan ke grup FB Susupo Sulteng.

Postingan ini ditanggapi beragam oleh sejumlah netizen dan kebanyakan berkomentar yang berbau ujaran kebencian kepada organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Alamsyah Palenga

“Atas nama pimpinan Ansor Sulawesi Tengah saya menghimbau kepada saudara-saudara yang berkomentar tidak pantas kepada GP Ansor untuk segera meminta maaf selambatnya 1 kali 24 jam atas fitnah, ujaran kebencian dan penghinaan yang telah kalian lakukan di dalam postingan tersebut. Kami sudah identifikasi identitasnya,” tegas Alamsyah, Kamis (22/08).

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya segera melaporkan tersebut ke kepolisian, bahkan berkomitmen meneruskannya sampai ke tahap pengadilan.

“Jadi kita tidak hanya minta mereka untuk meminta maaf, tapi kita ingin menguji apa sebenarnya maksud dan motivasi mereka melakukan perbuatan itu di pengadilan supaya ada efek jera,” tambahnya.

Dia juga menegaskan, orang yang memposting screenshot berita tersebut bertanggung jawab mengajak seluruh orang berkomentar negatif untuk memohon maaf kepada Ansor karena orang menjadi salah paham dengan postingannya.

“Entah apa maksud mereka seperti itu. Di tengah upaya kita meredam gejolak yang terjadi di Papua agar kembali kondusif, sementara ada orang-orang yang bertindak sebaliknya memposting hal-hal yang menyudutkan Ansor/Banser,” ujarnya.

Dia menambahkan, Ansor dan Banser tengah berupaya menampilkan peran dalam kasus di Papua itu, sebagaimana yang dipertanyakan Gubernur Papua ke Gubernur Jawa Timur, mengapa tidak menurunkan Banser.

“Artinya bagi warga Indonesia ini, Banser dibutuhkan dalam situasi seperti itu,” jelasnya.

Padahal, kata dia, di postingan tersebut, sudah ada beberapa yang mengingatkan bahwa apa yang dipostingnya itu adalah hoax dan apa konsekuensinya, namun yang bersangkutan tidak bergeming. (RIFAY)